nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Tersangka Kasus Suap PT Krakatau Steel Segera Diseret ke Meja Hijau

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 19 Juli 2019 19:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 19 337 2081155 2-tersangka-kasus-suap-pt-krakatau-steel-segera-diseret-ke-meja-hijau-M5yU0jelT3.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan berkas penyidikan dua tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel (Persero). Kedua orang itu adalah Wisnu Kuncoro dan Alexander Muskitta.

"Penyidik menyerahkan berkas dan tersangka ke Penuntut Umum dan kemudian Penuntut Umum pada KPK akan menyusun Dakwaan untuk diajukan ke Persidangan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Jumat (19/7/2019).

 Baca juga: KPK Periksa 4 Saksi Usut Kasus Suap PT Krakatau Steel

Dengan dilimpahkannya berkara perkara itu, Jaksa Penuntut KPK memiliki waktu 14 hari untuk menyusun dakwaan dari dua tersangka. Sidang sendiri rencananya digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta.

"Sampai saat ini telah dilakukan pemeriksaan terhadap sekitar 43 saksi," ujar Febri.

 Baca juga: 2 Pengusaha Didakwa Menyuap Bos PT Krakatau Steel Rp157 Juta

Sejauh ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel. Keempatnya yakni, Direktur Teknologi dan Produksi Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro; pihak swasta, Alexander Muskitta; Presdir PT Grand Kartech, Kenneth Sutradja; dan Bos Tjokro Group, Kurniawan Eddy Tjokro.

Alexander Muskitta disinyalir berperan menawarkan rekanan ke Wisnu Kuncoro ‎untuk menggarap proyek Krakatau Steel. Alexander kemudian menyepakati adanya commitment fee sebesar 10 persen dari nilai kontrak yang disepakati oleh PT Grand Kartech dan Group Tjokro.

‎Alexander diduga mewakili Wisnu meminta uang Rp50 juta kepada Kenneth Sutardja dan Rp100 Juta kepada Kurniawan Eddy Tjoktro.‎ Uang yang diterima Alexander yakni berupa cek senilai Rp50 Juta dari Eddy Tjokro dan 4.000 Dollar Amerika serta uang tunai Rp45 juta dari Kenneth. Alexander kemudian menyerahkan uang sejumlah Rp20 Juta ke Wisnu.

 Baca juga: GM Blast Furnace Complex PT Krakatau Steel Diperiksa KPK

Atas perbuatannya, Wsinu dan Alexander disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Kenneth dan Eddy Tjoro disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan deak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP‎.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini