nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Bentuk Tim Khusus Pemulangan WNI Eks ISIS di Suriah

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 19 Juli 2019 15:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 19 337 2081040 pemerintah-bentuk-tim-khusus-pemulangan-wni-eks-isis-di-suriah-ywF5UlHHBB.jpg Menko Polhukam, Wiranto (foto: Okezone)

JAKARTA - Menko Polhukam Wiranto mengatakan, pihaknya telah membentuk tim khusus yang akan bertugas untuk mengawal pemulangan WNI yang menjadi Eks Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah.

Tim khusus tersebut akan dibentuk seperti Satgas yang bekerja mulai dari mendata hingga memulangkan para anggota eks ISIS yang merupakan WNI dan berada di luar negeri.

"Sekarang kita sedang membuat satu tim khusus task force untuk melakukan pendalaman ini. Kita tahu bahwa sekarang kira-kira masih ada 120 yang ditampung di camp-camp perbatasan antara Suriah dan Irak, tapi kebanyakan perempuan dan anak-anak, laki-lakinya nggak ada," kata Wiranto di Kemenko Polhukam, Jumat (19/7/2019).

 Baca juga: Menkumham: WNI Eks Anggota ISIS di Suriah Ada 120 Orang

Isis Indonesia

Menurut Wiranto, pemerintah Irak dan Suriah juga meminta para laki-laki yang menjadi anggota ISIS untuk diproses hukum di dalam negeri.

"Tapi juga ada usaha-usaha pemerintah di sana untuk melakukan proses hukum bagi laki laki yang nyata-nyata terlibat di dalam gerakan ISIS di sana," terangnya.

Mantan Panglima ABRI itu menambahkan, persoalan mantan anggota ISIS di Irak dan Suriah tidak bisa hanya diselesaikan oleh pemerintah Indonesia.

 Baca juga: Kepala BNPT Beri Kesempatan Kedua pada Anak-Anak Simpatisan ISIS

Ia menilai, perlu ada kerja sama dengan banyak negara agar permasalahan radikalisme bisa diselesaikan.

"Ini kan tidak bisa diselesaikan oleh kita sendiri oleh Indonesia sendiri karena menyangkut negara lain. Maka, perlu ada taks force yang nanti akan kita tugaskan mendalami masalah ini dan langkah yang terbaik itu bagaimana," sambungnya.

 Isis Indonesia

"Tapi yang pasti jangan sampai merugikan Indonesia, jangan sampai kita memulangkan bibit-bibit penyakit yang sudah di-brain wash untuk anti Pancasila dan anti NKRI untuk kembali ke Republik Indonesia yang kita cintai," tambah Wiranto.

Wiranto menyatakan bahwa pemerintah tak akan berspekulasi dalam memulagkan eks anggota ISIS ke Tanah Air. Pasalnya, resiko pemulangan tersebut bisa membahayakan keutuhan NKRI.

"Jadi tidak perlu berspekulasi lagi, nanti kita tunggu bagaimana taks force yang kita bentuk ini bekerja dan menghasilkan keputusan kebijakan pemerintah yang cukup memadai," tandasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini