nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sudah Keliling 14 Negara, Ahok Bilang Budaya Indonesia Lebih Kaya

Angkasa Yudhistira, Jurnalis · Jum'at 19 Juli 2019 14:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 19 337 2080996 sudah-keliling-14-negara-ahok-bilang-budaya-indonesia-lebih-kaya-LYQS059waL.jpg Ahok bersama masyarakat Suku Dayat (Foto: Youtube)

JAKARTA - Setelah bebas dari penjara Rutan Mako Brimob, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memutuskan keliling dunia dengan menyambangi beberapa negara. Dari Benua Australia, Asia hingga Eropa.

"Kemarin bulan Februari, saya berterima kasih sama Tuhan, enggak sengaja saya bisa keliling 14 negara. Waktu itu pas saya lihat beberapa daerah, sukunya segala macam, yang paling lebih dalam itu Suku Maori di New Zealand," ujar Ahok dalam video di channel Youtube 'Panggil Saya BTP', yang diunggah 18 Juli 2019.

Setelah melihat beberapa budaya yang ada di sana, Ahok menilai yang dimiliki Indonesia masih jauh lebih kaya. Hal itu diutarakannya di Samarinda, Kalimantan Timur, saat bertemu dengan masyarakat Suku Dayak yang memberikannya gelar kehormatan.

"Budaya kita jauh lebih kaya, lebih berwarna dibandingkan luar negeri sebetulnya. Tapi masalah kita selalu infrastruktur. Jadi kalau di sana itu dibangunin betul semuanya," tuturnya.

Ahok dapat penghargaan dari Suku Dayak (Foto: Youtube)

Tentang Samarinda sendiri, Ahok mengaku bertandang terakhir kalinya pada 2010. Saat itu, dia harus mendarat di Balikpapan dan melanjutkan perjalanan darat untuk dapat menuju ke Samarinda karena belum ada bandara.

Masalah yang ada di sana, kata Ahok pun tetap sama, yakni tidak memanfaatkan kekayaan alam dengan baik.

"Sebetulnya kalau kita punya hutan lindung, hutan apapun, hutan adat, itu kalau dikelola dengan baik bisa jadi tempat wisata paling baik. Sehingga kita bisa mengenalkan budaya dayak dengan baik, cara berburu cara hidup itu di luar negeri dipelihara," ujar Ahok.

Baca Juga: Kisah Ahok Kena "Serangan Jantung" dan Bertemu "6 Dokter Terbaik" di Rutan Brimob

Baca Juga: Laporan Pungli di Tangsel Tak Kunjung Tuntas, Guru Rumini Minta Bantuan Kompolnas

Dirinya lalu mencontohkan yang dilakukan oleh pemerintah Norwegia yang terkenal dengan Suku Vikingnya. "Kami sampai di Norwegia, itu namanya orang-orang viking itu dibuat kampungnya, bagaimana cara manah, cara nombak, itu jadi tempat wisata sangat baik," katanya.

"Jadi saya bayangkan, Dayak sebetulnya lebih seru, jadi kalau ada hutan disediakan untuk wisata, saya kira belum terlambat," imbuhnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini