nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Edward Soeryadjaya Berencana Ajukan Kasasi, Akankah Diterima?

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Kamis 18 Juli 2019 21:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 18 337 2080766 edward-soeryadjaya-berencana-ajukan-kasasi-akankah-diterima-wDhwbaBPVb.jpg Edward Soeryadjaya (Foto: Sindo)

JAKARTA - Terpidana kasus dana pensiun Pertamina Edward Soeryadjaya berencana mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Akankah MA mengabulkan permohonan tersebut?

Pengamat hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Andi Syafrani menilai, rencana pengajuan kasasi ke Edward ke Mahkamah Agung akan sulit dikabulkan.

"Dari sisi probabilitas perkara Peninjauan Kembali yang dikabulkan oleh MA jumlahnya sangat minim dan sangat selektif. Alasan hukum yang ada juga harus sangat kuat, normatif, dan logis. Saya kira peluangnya sulit ya," kata Andi saat dihubungi wartawan, Kamis (18/7/2019).

Tak hanya itu, jejak perkara Edward juga dalam pertimbangan putusan hakim tidak ada disenting opinion, artinya putusan tersebut solid argumennya dan sulit untuk ditinjau ulang.

Baca Juga: Sidak Ombudsman, Tahanan Korupsi Dana Pensiun Pertamina Edward Soerjadjaya Tak Ada di Rutan

Mahkamah Agung

Andi menambahkan, saat ini Mahkamah Agung menjadi sorotan publik pasca kejanggalan putusannya terkait kasus pelecehan seksual yang dialami Baiq Nuril, dan pasca putusan yang membebaskan terdakwa korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Syafruddin Arsyad Tumenggung.

"Jika banyak kasus korupsi dikabulkan PK-nya oleh MA, maka lembaga MA akan terus disoroti di tengah kondisi saat ini ada beberapa putusan MA yang jadi kritikan publik, seperti kasus Baiq Nuril hingga Syafruddin. Ini akan memperlemah keyakinan publik terhadap lembaga hukum," urainya.

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman konglomerat Edward Soeryadjaya menjadi 15 tahun penjara subsider tiga bulan kurungan, dari vonis sebelumnya 12,5 tahun. Dia juga dikenakan denda Rp 500 juta. Edward merupakan terdakwa kasus korupsi pensiunan dana Pertamina tahun anggaran 2014-2015.

Baca Juga: Kejagung Segera Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi Dapen Pertamina

Edward juga dikenakan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti kepada terdakwa sebesar Rp 25.630.653.500,00, jika ia tidak membayar uang penganti dalam waktu satu bulan sesudah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap. Harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini