nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Besok, KPK Panggil Rizal Ramli Terkait Kasus BLBI

Antara, Jurnalis · Kamis 18 Juli 2019 18:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 18 337 2080675 besok-kpk-panggil-rizal-ramli-terkait-kasus-blbi-8YBLajIcdT.jpg Mantan Menko Perekonomian dan Industri, Rizal Ramli (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan kembali memanggil mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin) Rizal Ramli sebagai saksi dalam penyidikan kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), pada Jumat 19 Juli 2019 besok.

"Besok (Jumat) diagendakan pemeriksaan Rizal Ramli sebagai saksi dalam perkara ini dengan tersangka SJN (Sjamsul Nursalim) dan ITN (Itjih Nursalim)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengutip dari Antaranews, Kamis (18/7/2019).

Sebelumnya, Rizal tidak memenuhi panggilan KPK pada Kamis 11 Juli 2019 lalu dan meminta penjadwalan ulang untuk diperiksa sebagai saksi.

Sjamsul yang merupakan pemegang saham pengendali Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) bersama istrinya Itjih merupakan tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam proses pemenuhan kewajiban pemegang saham BDNI selaku obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

KPK telah menetapkan keduanya sebagai tersangka pada 10 Juni 2019. Sjamsul dan Itjih diduga melakukan misrepresentasi terkait dengan piutang petani petambak sebesar Rp4,8 triliun.

Sjamsul Nursalim

Misrepresentasi tersebut diduga telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp4,58 triliun. Pasalnya, saat dilakukan "Financial Due Dilligence" (FDD) dan Legal Due Dilligence (LDD) disimpulkan bahwa aset tersebut tergolong macet dan hanya memiliki hak tagih sebesar Rp220 miliar.

Atas perbuatan tersebut, Sjamsul dan Itjih disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini