nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Respons Rekomendasi TGPF Kasus Novel Baswedan, Polri Bentuk Tim Teknis

Antara, Jurnalis · Kamis 18 Juli 2019 18:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 18 337 2080670 respons-rekomendasi-tgpf-kasus-novel-baswedan-polri-bentuk-tim-teknis-vwbVmD6bLC.JPG Kabagpenum Mabes Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra (Foto: Antaranews)

JAKARTA - Polri menindaklanjuti hasil rekomendasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan dengan membentuk tim teknis.

"Sebagai tindaklanjut rekomendasi Tim Pencari Fakta, maka kemudian diteruskan dengan pembentukan tim teknis," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra, melansir dari Antaranews, Kamis (18/7/2019).

Tim teknis kata dia, nantinya akan bekerja dalam jangka waktu yang akan ditentukan kemudian. Tim tersebut seluruhnya beranggotakan personel Polri yang akan menjalankan berbagai tugas untuk mengungkap kasus ini di antaranya tugas investigasi dan bantuan teknis.

Tugas investigasi mencakup penyelidikan dan penyidikan. Sedangkan bantuan teknis dikerjakan oleh Puslabfor, Inafis dan Dokkes. "Sehingga komprehensif dalam sebuah penyelidikan dan penyidikan dan mendukung hasil penyelidikan dan penyidikan itu," tuturnya.

Sebelumnya, TGPF kasus Novel merekomendasikan kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk membentuk tim teknis untuk mendalami keberadaan tiga orang tak dikenal yang diduga terkait kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan.

"TPF merekomendasikan Kapolri untuk melakukan pendalaman terhadap keberadaan tiga orang dengan membentuk tim teknis dengan kemampuan spesifik yang tidak dimiliki oleh TPF," kata Juru Bicara TGPF, Nur Kholis.

Tiga orang yang dicurigai itu adalah seorang tak dikenal yang mendatangi rumah Novel Baswedan pada 5 April 2017 dan dua orang tak dikenal yang berada di dekat tempat wudhu Masjid Al Ihsan menjelang subuh pada 10 April 2017.

"Keberadaan tiga orang tidak dikenal yang datang berbeda waktu itu diduga berhubungan dengan peristiwa penyiraman air keras," ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini