nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Idrus Marham Akan Ajukan Kasasi Usai Hukumannya Diperberat

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 18 Juli 2019 15:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 18 337 2080595 idrus-marham-akan-ajukan-kasasi-usai-hukumannya-diperberat-MhfL0Vfg0O.jpg Idrus Marham saat Jalani Pemeriksaan di KPK (foto: Arie DS/Okezone)

JAKARTA - Terdakwa kasus korupsi PLTU Riau-1 Idrus Marham akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) atas putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta yang memperberat hukumannya menjadi lima tahun penjara dan denda Rp200 juta subsidair tiga bulan kurungan penjara.

"Kami akan ajukan kasasi ke Mahkamah Agung karena majelis banding tidak mencermati fakta hukum yang sebenarnya terjadi," kata kuasa hukum Idrus, Syamsul Huda saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Baca Juga: KPK Terima Putusan Lengkap Pengadilan Tinggi DKI Jakarta soal Idrus Marham 

Ragam Ekspresi Idrus Marham Usai Pergantian Menteri Sosial

Pembelaan hukum itu dilakukan, dijelaskan Syamsul lantaran pihaknya merasa ada kekeliruan atas vonis yang dijatuhkan oleh PT DKI Jakarta.

"Telah keliru dalam menerapkan hukum yang tepat untuk klien saya, Idrus Marham," ujar Syamsul.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta sebelumnya menjatuhkan vonis terhadap mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham dengan tiga tahun penjara dengan denda Rp150 juta serta subsidair dua bulan kurungan.

Ketua Majelis Hakim Yanto dalam putusannya menyatakan bahwa eks Sekretaris Jenderal Partai Golkar itu telah terbukti melakukan praktik korupsi dalam kasus suap dugaan pembangunan PLTU Riau-1.

Hakim berpandangan bahwa, Idrus telah menerima uang bersama dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. Hal itu bertujuan untuk membantu pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo mendapatkan proyek di PLN.

Baca Juga: Pengadilan Tinggi DKI Perberat Hukuman Idrus Marham Jadi 5 Tahun Penjara 

Dalam amar putusannya, Idrus terbukti telah menerima suap Rp2,250 miliar dari Johanes Kotjo. Menurut Hakim, uang itu nantinya bertujuan untuk membantu Johanes Kotjo mendapatkan proyek PLTU Riau-1 melalui Eni Saragih.

Selain itu, kata Hakim, saat Idrus menjabat sebagai Plt Ketua Umum Golkar memberikan arahan ke Eni untuk meminta uang 2,5 juta Dollar AS kepada Johanes Kotjo guna kepentingan Munaslub Golkar.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini