nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Ahok Kena "Serangan Jantung" dan Bertemu "6 Dokter Terbaik" di Rutan Brimob

Angkasa Yudhistira, Jurnalis · Kamis 18 Juli 2019 14:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 18 337 2080552 kisah-ahok-serangan-jantung-dan-bertemu-6-dokter-terbaik-di-rutan-mako-brimob-Z7oM2KBZKY.jpg Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (Foto: Youtube)

DETAK jantung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tiba-tiba berdebar kencang sekira pukul 02.00 WIB saat menjalani masa hukumannya di Rutan Mako Brimob terkait kasus penodaan agama. Peristiwa itu terjadi ketika masuk hari ke-14.

Badannya panas, bagian belakang kepalanya pun sakit luar biasa, Ahok lalu teriak memanggil petugas minta tolong. Cerita Ahok itu diunggah ke Channel Youtube 'Panggil Saya BTP', Rabu 17 Juli 2019.

"Sakit Jantung ini kayaknya saya pak," kata Ahok mengenang hari itu pada seorang petugas.

Sang petugas yang mendengar keluhan Ahok nampak santai, seolah terbiasa mendapati hal serupa dari para tahanan lainnya. Lalu, dia meyimpulkan bahwa Ahok sedang stres dan butuh olahraga. Ia pun menyarankan agar Ahok berlari mengelilingi lapangan rutan.

"Tapi saya berpikir. Ini penjaga ada 60-an ini, kalau saya lari jam 2 pagi terus mereka pikir saya mau kabur ditembakin gimana?" ujarnya.

Ahok (Foto: Youtube)

Akhirnya Ahok memutuskan untuk tetap bertahan di sel tahanannya. Bahkan ketika ditawarkan petugas dipanggilkan dokter agar memeriksanya, juga ditolaknya.

"Wah jangan-jangan. Nanti beritanya 'Ahok Serangan Jantung'. Enggak lucu juga," kelakarnya sembari tertawa.

Kemudian Ahok masuk ke selnya. Dia duduk sambil membuka Alkitabnya. Di salah satu ayat yang dibacanya, Ahok menemukan firman Tuhan yang menyatakan selama ini dirinya masih kurang bersyukur, selama ini dia masih marah dan tidak bisa terima jalan hidup yang ditempuhnya. Lalu, dia pun terus menerus belajar bersyukur menerima apa pun yang dijalaninya.

Ahok lantas bercerita ketika menemukan 'dokter terbaik' di dunia selama masuk penjara. Dokter itu pula yang membantu kesehatannya selama dibui.

Baca Juga: Ketimbang Jadi Menteri, Ahok Pilih Kerja Cari Duit

Dokter terbaik pertama adalah 'sinar matahari'. Menurut dia, selama menjadi kepala daerah, ia sulit memiliki waktu untuk berjemur di bawah matahari pagi. Dokter kedua ialah 'istirahat'.

"Saya mana pernah berjemur, pukul 07.00 WIB sudah jalan, di sini jemur, kedua istirahat namanya, ada nggak yang jam tidurnya sama selama dua tahun. Enak juga. Pukul 10 malam pasti tidur. Ketiga kita kalau hari biasa pukul 07.00 WIB pasti olahraga seminggu 5 kali," ujar Ahok.

Dokter keempat adalah diet. Dia mengaku bisa diet selama di penjara. Sebab selama di rutan waktu makan diatur. "Pukul 18.00 WIB udah selesai makan malam, sampai besok pagi baru makan, berarti usus saya puasa 12 jam, usus saya bersih, malam lapar gimana? Minum air hangat," tuturnya.

"Kelima, seumur saya, saya enggak pernah baca sampai 47 buku. Dan saya menulis hasil iluminasi itu 620 halaman A4 tulis tangan, tulis renungan meditasi 615 halaman, lagi diedit untuk dijadikan buku," imbuhnya.

Ahok di Stasiun MRT (Foto: Youtube)

Baca Juga: Ahok Tak Menyangka MRT Lebih Bagus dari Pikirannya

Lalu dokter terbaik keenam adalah teman yang baik. "Kita punya teman yang baik, tiap minggu kita nyanyi, kita sampai bikin band namanya Band Teman Penjara, tadinya pengen nama The Babi, Narapidana Binaan, polisi aktifnya protes, kan saya bukan napi, akhirnya ketemu BTP, Band Teman Penjara," kata Ahok.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini