nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anggota DPR Farid Al Fauzi Mangkir Pemeriksaan KPK Terkait Suap Bupati Lampung Tengah

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 17 Juli 2019 20:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 17 337 2080282 anggota-dpr-farid-al-fauzi-mangkir-pemeriksaan-kpk-terkait-suap-bupati-lampung-tengah-93ejPAeian.jpg Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (Foto : Dok Okezone)

JAKARTA – Anggota DPR RI Fraksi Partai Hanura Farid Al Fauzi mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah tahun anggaran 2018.

"Saksi tidak hadir Farid anggota DPR RI Fraksi Partai Hanura,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Febri mengungkapkan, Farid tidak hadir tanpa ada informasi atau pemberitahuan yang jelas kepada lembaga antirasuah. Sedianya, Farid menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Zainudin.

"Tidak hadir tanpa keterangan," ujar Febri.

Zainudin merupakan anggota DPRD Lampung Tengah periode 2014-2019 yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK bersama tiga legislator lainnya. Ketiganya ialah Raden Zugiri‎, Bunyana, dan Achmad Junaidi.

Keempat Anggota DPRD Lampung Tengah tersebut diduga telah menerima suap terkait persetujuan pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp300 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Lampung Tengah.

Kemudian, keempatnya diduga menerima suap terkait pengesahan APBD-P Kabupaten Lampung Tengah tahun 2017 dan APB‎D tahun 2018.

Bupati Lampung Tengah Mustafa. (Foto: Antara)

Sebelumnya, KPK juga telah menetapkan kembali Bupati Lampung Tengah, Mustafa (MUS) sebagai tersangka. Kali ini, Mustafa dijerat kasus ‎dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungannya tahun anggaran 2018.

Dalam kasus ini, Mustafa diduga menerima fee dari izin proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga dengan kisaran fee sebesar 10 persen hingga 20 persen dari nilai proyek. Total, Mustafa diduga telah menerima suap dan gratifikasi sekira Rp95 miliar dalam kurun waktu Mei 2017 hingga Februari 2018.


Baca Juga : KPK Panggil Anggota Polisi hingga Sekretaris DPD NasDem Lampung Tengah

Sebagian uang Rp95 miliar tersebut diduga berasal dari Budi Winarto dan Simon Susilo. Kedua pengusaha itu disinyalir menyuap Mustafa untuk mendapatkan proyek di lingkungan Lampung Tengah. Adapun, proyek yang akan digarap berasal dari dana pinjaman daerah tahun anggaran 2018. KPK pun telah menetapkan Budi Winarto dan Simon Susilo sebagai tersangka pemberi suap kepada Mustafa.


Baca Juga :  Anggota DPR Farid Al Fauzi Diperiksa KPK

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini