KPK Ultimatum Adik Nazaruddin Hadiri Pemeriksaan Kasus Gratifikasi Bowo Sidik

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 17 Juli 2019 12:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 17 337 2080016 kpk-ultimatum-adik-nazaruddin-hadiri-pemeriksaan-kasus-gratifikasi-bowo-sidik-G5Sg2jQzHq.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah (foto: Arie/Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengultimatum adik kandung mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin, Muhajidin Nur Hasyim, untuk menghadiri pemeriksaan penyidik.

Politikus Partai Gerindra tersebut akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus dugaan penerimaan gratifikasi anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso (BSP).

Baca Juga: KPK Panggil Ulang Adik Nazaruddin Terkait Gratifikasi Bowo Sidik Pangarso 

"KPK mengingatkan agar saksi Muhajidin Mur Hasim memenuhi panggilan penyidik dalam perkara suap terkait kerja sama di bidang pelayaran dan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan TSK BSP dan IND (Indung)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Bowo Sidik Pangarso/Foto: Puteranegara	 

Febri menuturkan, ultimatum itu disampaikan lantaran Muhajidin belum bersikap koperatif terhadap panggilan lembaga antirasuah. Pasalnya, dia mangkir dalam agenda pemeriksaan sebelumnya.

"Apalagi sebelumnya yang bersangkutan telah menyampaikan kesediaan hadir hari ini setelah tidak dapat hadir pada 2 panggilan sebelumnya, yaitu: 5 dan 15 Juli 2019," tutur Febri.

Sekadar informasi, tim penyidik sedang menelusuri sumber-sumber gratifikasi yang diterima tersangka Bowo Sidik Pangarso. Pengusutan tersebut dilakukan dengan intensnya pemeriksaan sejumlah saksi.

Sebelumnya, KPK telah memeriksa M Nasir yang merupakan saudara kandung M Nazaruddin. Anggota Komisi VII DPR Fraksi Demokrat‎ tersebut diperiksa KPK soal aliran dugaan gratifikasi untuk Bowo Sidik Pangarso.

KPK sendiri pernah menggeledah ruang kerja M Nasir pada Sabtu, 4 Mei 2019. Namun, tidak ada yang disita oleh KPK dari ruang kerja adik dari mantan Bendahara Umum (Bendum) Partai Demokrat, M Nazaruddin tersebut.

Penggeledahan terhadap ruang kerja M Nasir sendiri diduga berkaitan dengan pemberian gratifikasi untuk Bowo Sidik Pangarso terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK). KPK sedang mendalami gratifikasi tersebut.

Baca Juga: Adik M Nazaruddin Dipanggil KPK Terkait Gratifikasi Bowo Sidik Pangarso 

Sejauh ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait kerjasama pengangkutan bidang pelayaran yang menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

Ketiganya ialah anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso, anak buah Bowo dari PT Inersia, Indung serta Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti.

Dalam perkara ini, Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD2 per metric ton. Diduga, Bowo Sidik telah menerima tujuh kali hadiah atau suap dari PT Humpuss.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini