nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Tangkap Penyebar Ujaran Kebencian ke Presiden & Polri di Instagram

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 17 Juli 2019 10:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 17 337 2079966 polisi-tangkap-penyebar-ujaran-kebencian-ke-presiden-polri-di-instagram-ugfcv7meAk.jpg (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Subdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri menangkap seorang pemilik akun Instagram @reaksirakyat1, Faisol Abod Batis yang diduga telah menyebarkan konten penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Kepolisian Republik Indonesia.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan Faisol ditangkap di kediamannya di Perumahan Permata Jingga Blok I Nomor 4, Kota Malang, Jawa Timur. Namun Dedi tidak merinci kapan penangkapan itu dilakukan.

Dalam postingannya, kata Dedi, Faisol kerap menghina kepala lembaga negara dan institusi polri. Ia membuat sejumlah postingan dengan berbagai caption yang provokatif.

"Tersangka membuat postingan pada akun instagram reaksirakyat1 dengan caption, 'Kebohongan Demi Kebohongan Dipertontonkan Oleh Seorang Pemimpin Negara. Bagaima Rakyat Akan Percaya Terhadap Pemimpin Seperti ini," kata Dedi kepada Okezone, Rabu (17/7/2019).

Selain itu, Dedi mengatakan pelaku juga membuat caption perihal agraria di masa Jokowi dengan menyebut, konflik agraria rezim Jokowi, 41 orang tewas, 51 orang tertembak, 546 dianiaya, dan 940 petani, pejuang lingkungan dikriminalisasi.

Foto: Istimewa

Baca Juga: JK dan KH Ma'ruf Amin Hadiri Acara Halalbihalal DMI-MUI

Terjadi 1.769 kasus konflik agraria sepanjang pemerintahan tahun 2015 - 2018. Kasus tersebut meliputi konflik perkebunan, properti, hutan, laut, tambang, dan infrastruktur.

"Serta caption 'Polisi gagal melindungi hak asasi manusia saat Aksi 21-23 Mei 2019," imbuhnya.

Tujuan tersangka memposting konten tersebut untuk melakukan penghasutan kepada masyarakat, sehingga masyarakat yang melihat akan terprovokasi dan membenci instansi Pemerintah dan Kepolisian RI.

Dalam penangkapan tersebut Bareskrim turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 buah handpone merek LG warna hitam dan 1 buah handpone merek Samsung warna gold.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 45 A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 16 jo Pasal 4 huruf (b) UU No 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis dan/atau Pasal 14 ayat 2 dan/atau Pasal 15 UU No 1 Tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong dan/atau Pasal 207 KUHP dan/atau Pasal 160 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa dan mengganggu ketertiban umum.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini