nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BNPB: Korban Meninggal Gempa Halmahera Selatan Bertambah Jadi 6 Orang

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 17 Juli 2019 10:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 17 337 2079941 bnpb-korban-meninggal-gempa-halmahera-selatan-bertambah-jadi-6-orang-XN9P2yxg7C.jpg Plh Kepala Pusdatin dan Humas BNPB Agus Wibowo. (Foto: Antaranews)

JAKARTA – Korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 yang mengguncang Halmahera Selatan, Maluku Utara, bertambah menjadi enam orang. Hal ini sebagaimana dilaporkan petugas Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Maluku.

"Kita mendapat laporan dari BPBD setempat bahwa pascagempa M7,2, korban meninggal dunia akibat terkena reruntuhan bangunan. Sementara satu orang lainnya meninggal di tempat pengungsian," kata Plh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo, Rabu (17/7/2019).

Baca juga: Tanggap Darurat Gempa Malut, BNPB Gelontorkan Dana Siap Pakai Rp500 Juta 

Gempa Halmahera Selatan. (Foto: Ist)

Ia menerangkan, ada lima orang yang meninggal dunia akibat reruntuhan bangunan. Mereka adalah:

1. Ibu Aisyah (54) asal Desa Ranga-Ranga, Gane Barat Selatan.

2. Aspar Mukmat (20) asal Desa Gane Dalam, Gane Timur Selatan.

3. Sagaf Girato (50) asal Desa Yomen, Joronga.

4. Aina Amin (50) asal Desa Gane Luar, Gane Timur Selatan.

5. Wiji Siang (60) asal Desa Gane Luar, Gane Timur Selatan.

Baca juga: Pascagempa M 7,2 Halmahera Selatan Berstatus Tanggap Darurat Sepekan 

Sementara itu, lanjut Agus, satu orang atas nama Saima (90), warga Nyonyifi, meninggal dunia di tempat pengungsian daerah dataran tinggi di Desa Nyonyifi, Kecamatan Bacan Timur.

Dia menerangkan, sedangkan bantuan logistik terus mengalir untuk penanganan darurat. BNPB telah mengirim satu helikopter Mi-8 untuk mendistribusikan bantuan seperti tenda keluarga dan barang lainnya. Bantuan tenda lain telah disiapkan pengirimannya melalui pesawat hercules yang tiba pada Selasa malam.

Baca juga: BNPB Terjunkan Tim Pemulihan ke Lokasi Gempa di Maluku Utara 

Selain pengiriman via udara, ungkap Agus, BNPB juga memberikan dukungan logistik melalui kapal laut. Bongkar muat dari kapal tanker ke kapal yang lebih kecil telah dilakukan.

Sejauh ini Pemerintah Halmahera Selatan telah membentuk pos komando untuk melakukan penanganan darurat.

Baca juga: BMKG Imbau Masyarakat Halmahera Selatan Hindari Bangunan Rusak Pasca-Gempa 7,2 

Dapur umum yang dioperasikan pemerintah daerah yang dibantu TNI dan Polri untuk melayani sembilan pos pengungsian di Kota Labuha. Pemerintah setempat menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari terhitung 15 sampai 21 Juli 2019.

1
2

Berita Terkait

gempa

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini