nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kuasa Hukum Joko Driyono Sebut Jaksa Sudah Kehabisan Argumentasi

Antara, Jurnalis · Selasa 16 Juli 2019 19:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 16 337 2079782 kuasa-hukum-joko-driyono-sebut-jaksa-sudah-kehabisan-argumentasi-GbX4in9whl.jpg Joko Driyono. (Foto : Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA – Kuasa hukum dari terdakwa kasus penghilangan dan perusakan barang bukti terkait kasus dugaan pengaturan skor sepak bola Joko Driyono menyatakan bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah kehabisan argumentasi untuk membuktikan unsur pemberatan perbuatan terdakwa.

Pernyataan ini disampaikan para kuasa hukum terdakwa, salah satunya Mustofa Abidin, Selasa, melalui duplik (tanggapan) atas replik JPU, pada Senin (15/7/2019).

Replik JPU sebelumnya membahas tentang Anak Kunci Palsu yang termuat pada unsur “yang masuk ke tempat kejahatan dengan membongkar, merusak atau memanjat, dengan memakai anak kunci palsu, perintah palsu, atau pakaian jabatan palsu” dalam ketentuan Pasal 235 KUHP.

Berdasarkan pernyataan itu JPU tetap berpendapat penggunaan “fingerprint” dari saksi Muhammad Mardani Mogot walaupun telah mendapat izin dari terdakwa tetap dapat dikategorikan sebagai kunci palsu karena dilakukan saat area tersebut telah dilakukan pemasangan garis polisi dan tidak mendapatkan izin dari tim penyidik Satgas Anti Mafia Bola.

Menanggapi hal ini, Mustofa bersama kuasa hukum lainnya mengatakan pengertian kunci palsu yang dijadikan acuan oleh JPU, dengan pengertian kunci palsu oleh teori R Soesilo yang telah dikutip dalam pleidoi Jokdri sama sekali tidak ada perbedaan.

Pemeriksaan Joko Driyono di Polda

“Kami menilai ketika JPU dalam repliknya mempertanyakan kapasitas bahkan menjatuhkan kredibilitas R Soesilo, saat itu pula menampakkan JPU sudah kehabisan argumentasi untuk membuktikan unsur pemberatan perbuatan berupa pemakaian anak kunci palsu dalam perkara,” ucap Mustofa saat membacakan duplik di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, mengutip Antaranews, Selasa (16/7/2019).

Mustofa dan kuasa hukum lainnya menilai JPU hanya mencampuradukkan makna.

Mustofa pun yakin segala upaya hukum yang telah diajukan JPU tidak dapat membuktikan Jokdri telah melakukan suatu tindak pidana.


Baca Juga : Bacakan Pledoi, Joko Driyono Bantah Rusak Barang Bukti

Sementara putusan majelis hakim akan dibacakan pada 23 Juli 2019 pukul 10.00 WIB.

“Maka dengan demikian pemeriksaan dinyatakan selesai dan selanjutnya majelis akan bermusyawarah untuk menjatuhkan putusan,” ujar Hakim Ketua Kartim Haeruddin menutup persidangan.


Baca Juga : Mbah Putih Divonis 16 Bulan Penjara Terkait Kasus Mafia Bola

(erh)

Berita Terkait

Mafia Bola

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini