nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

JK: Parpol Kursi Terbanyak di DPR Pasti Dapat Pos Menteri yang Sepadan

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 16 Juli 2019 19:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 16 337 2079781 jk-parpol-kursi-terbanyak-di-dpr-pasti-dapat-pos-menteri-yang-sepadan-B9X5nLt6dR.jpg Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengatakan, partai politik yang memiliki banyak kursi di DPR pasti mendapat kursi menteri di Kabinet Jilid II dengan jumlah sepadan. Karena itu, ia menilai wajar bila partai politik berlomba memperebutkan kursi menteri.

"Ya kan ada aturan-aturan dan kewajarannya. Ya tentu partai yang mempunyai kursi yang besar mendapat juga di kabinet yang memadai," kata JK di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2019).

Baca Juga: Jokowi Diprediksi Pertahankan Menteri yang Kompeten, Baik dari Profesional Maupun Tokoh Parpol

Politisi senior Golkar itu berujar, rumusan politik adalah upaya untuk mencapai tujuan, dalam hal ini adalah kekuasaan. Menurut JK, tujuan parpol ikut pemilihan umum (Pemilu) adalah untuk meraih kekuasaan itu sendiri.

"Kalau pada ujungnya tidak mendapat kursi dia tidak mendapat tujuannya. Karena itu wajar-wajar saja partai mencoba untuk mendapatkan kursi pemerintah kabinet yang baik. Itu wajar-wajar saja," tuturnya.

Jokowi-Maruf Amin

Diwartakan sebelumnya, JK berkata partai politik pengusung Jokowi-Ma'ruf yang memiliki kursi di DPR berhak mendapat jatah menteri. Sebab, pemerintah membutuhkan dukungan dari parlemen untuk melaksanakan program dan kebijakannya.

"Ya partai pendukung presiden, yang dapat kursi di DPR, berhak mendapat jatah menteri; itu berhak karena juga pemerintah butuh dukungan di DPR. Kalau mereka tidak ada wakil di kabinet, bagaimana pemerintah mendapat dukungan di DPR dari partai bersangkutan," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Rabu 10 Juli 2019.

Baca Juga: JK : Menteri Harus Berani Eksekusi Program

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini