Pasca Gempa M 7,2 Halmahera Selatan Berstatus Tanggap Darurat Sepekan

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 16 Juli 2019 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 16 337 2079621 pasca-gempa-m-7-2-halmahera-selatan-berstatus-tanggap-darurat-sepekan-I3Sk5hzdhH.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat selama tujuh hari atau sepekan penuh pasca terjadinya gempa M 7,2 di wilayah tersebut.

"SK Tanggap Darurat Halmahera Selatan selama tujuh hari, terhitung 15 Juli sampai 21 Juli 2019," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas (Kapusdatin) BNPB, Agus Wibowo saat jumpa pers di kantornya, Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (16/7/2019).

Agus menuturkan, sebanyak 93 gempa susulan terjadi di sana hingga pukul 06.00 WIB pagi tadi. Adapun wilayah yang mengalami kerusakan paling berat berada di Pulau Halmahera.

Ilustrasi

Baca Juga: Korban Tewas Imbas Gempa M 7,2 Maluku Utara Bertambah 2 Orang

Baca Juga: Pura Agung Lokanantha Rusak Akibat Gempa Bali

"Pemkab Halmahera Selatan dibantu TNI dan Polri telah mendirikan dapur umum di Labuha untuk penanganan pengungsi," tuturnya.

Diwartakan sebelumnya, sebanyak empat orang tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan yang disebabkan lindu 7,2 magnitudo di Halmahera Selatan, Maluku Utara. Sementara itu, sebanyak 51 orang mengalami luka-luka.

Adapun jumlah rumah yang rusak berat sebanyak 971 unit. Di antaranya berada di Desa Ranga-Ranga 300 unit, Kecamatan Gane Timur Selatan, Desa Gane luar 380 rumah, Desa Samat 6 rumah, Desa Gaimu 10 unit, Desa Kuwo 30 unit, Desa Liaro 22 unit, Desa Tomara 90 unit, Desa Tanjung Jere 2 unit, Desa Lemo Lemo 131 unit rumah.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini