Garbi Mau Jadi Parpol, PKS Bakal Tergerus?

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Selasa 16 Juli 2019 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 16 337 2079618 garbi-mau-jadi-parpol-pks-bakal-tergerus-RLcPmCL0Sx.jpg Bendera Garbi dan PKS berkibar di kampanye akbar Prabowo-Sandi di GBK, Jakarta (Twitter @Fahrihamzah)

JAKARTA – Organisasi masyarakat Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) yang muncul menjelang Pemilu 2019 dipastikan akan jadi partai politik. Wakil Ketua DPR RI juga punggawa Garbi, Fahri Hamzah mengatakan, Garbi ingin menjadi parpol pembeda dan lebih terbuka.

Garbi adalah organisasi didirikan oleh mantan Presiden PKS Anis Matta. Anis Matta saat ini masih terdata sebagai Majelis Syuro PKS, namun ia menegaskan siap keluar dari partai itu setelah Garbi jadi parpol.

“Kalau nanti (Garbi) menjadi parpol, otomatis saya keluar (dari PKS),” kata Anis Matta di sela sebuah diskusi di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu 14 Juli 2019.

Anis Matta diketahui punya pengaruh kuat di PKS dan memiliki loyalis setia. Fahri Hamzah, Mahfuz Sidik, Musyaffa A Rahim, Zahfan Sampurno dikenal sebagai elite PKS yang dekat dengan Anis Matta.

Fahri Hamzah sendiri sudah dipecat oleh PKS, tapi dia melawan dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatannya dikabulkan. Pemecatannya dari PKS dinyatakan tak sah oleh pengadilan.Fahri Hamzah

Fahri Hamzah (Okezone)

Setelah konflik dengan PKS meruncing, Fahri Hamzah gencar menyuarakan Garbi ke sana ke mari. Dia juga tak mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2019, salah satunya karena fokus membesarkan Garbi.

Kehadiran Partai Garbi nantinya diprediksi bisa mengundang “gerbong” Anis Matta di PKS akan hijrah ke Garbi.

Namun, Ketua DPP PKS Mardani Ali Seri tak khawatir kehadiran Garbi akan menggerus partainya. “PKS punya mekanisme pertahanan diri,” kata Mardani.

Baca juga: Petinggi PKS Ramai-Ramai Membelot ke Garbi

Fahri mengatakan pihaknya mendapatkan aspirasi dari seluruh Indonesia yang menginginkan Garbi jadi partai politik.

“Gerakan pemikiran yang telah dimulai oleh Garbi di seluruh Indonesia itu bisa kita teruskan menjadi sebuah gerakan politik berbentuk sebuah partai politik yang memecah kebekuan yang sekarang muncul di tengah-tengah masyarakat kita,” katanya, 11 Juli lalu.

Fahri belum bisa memastikan kapan Garbi dideklarasi dan diformalkan menjadi parpol. “Tinggal menunggu waktu kapan kita melakukan fomalisasi pembentukan partai politik.”

Menurutnya Partai Garbi nantinya ingin keluar dari stigma yang menyempitkan potensi bangsa atau stigma yang kontra produktif terhadap peluang kolaborasi inovatif dan kreatif di antara sesama anak bangsa.

“Jadi kami ingin memulai sebenarnya dengan satu pendekatan yang memilik implikasi yang menumbuhkan optimisme dan imajinasi tentang kebesaran Indonesia, dengan segala potensi yang kita miliki baik alam, manusia, dan sejarahnya,” ujarnya.

“Itulah sebabnya kami tidak mau dijebak untuk masuk dalam kategorisasi ideologis. Kalaupun ada kategorisasi ideologis, kami mau dikategorisasi secara metodologis yaitu tentang cara kami menghadapi persoalan dan menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa kita. Saya kira itu jauh lebih produktif dari pada kita memaku dan mengekang dalam kategori ideologis yang tidak produktif.”Mardani Ali Sera

Mardani Ali Sera (Okezone)

Fahri mengatakan basis konstituen Garbi adalah seluruh pasar politik dan rakyat Indonesia yang berminat dengan cara berpikir yang ditawarkan oleh partai baru itu nantinya.

“Jadi kita tidak mau apa namanya basis itu berdasar pada politik aliran tradisionil, tetapi melintas batas kepada siapa saja yang menyepakati cara berpikir yang ditawarkan.”

Tanggapan PKS

Mardani Ali Sera mempersilakan Anis Matta Cs membentuk Partai Garbi. “Monggo saja. Wong negara demokrasi ini boleh siapa saja, di PKS tuh keluar gampang masuk susah, karena ikut kaderisasi dulu. Kalau mau bikin partai welcome to the jungle.”

Mardani menilai Garbi bukan saingan partainya. “PKS tak menganggap saingan. Mitra mencintai negeri,” ujar anggota DPR RI itu.

Dia juga tak khawatir Garbi akan menggerus ceruk PKS. “Kalau mau mengambil punya PKS, PKS punya mekanisme pertahanan diri, (ambil) yang lain saja.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini