Share

Revisi PKPU, Mendagri Usulkan Tahapan Kampanye Cukup Sebulan

Antara, · Selasa 16 Juli 2019 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 16 337 2079592 revisi-pkpu-mendagri-usulkan-tahapan-kampanye-cukup-sebulan-rQngB8gyi2.jpg Mendagri Tjahjo Kumolo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengusulkan sebaiknya jadwal tahapan kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 maupun Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dipersingkat waktunya. Hal itu diusulkan Tjahjo menyusul revisi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

"Dalam merevisi PKPU saya usulkan jadwal kampanye cukuplah sebulan saja, tidak harus delapan bulan. Jadi, jangan sampai setiap lima tahun ada kejadian seperti kemarin, ini kan tidak enak," kata Tjahjo usai rapat kerja nasional pembinaan wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional di Jakarta, seperti dikutip Antaranews, Selasa (16/7/2019).

Baca Juga: KPU Ragu Bisa Perpendek Masa Kampanye Pilkada 2020

Kejadian tersebut sangat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Masyarakat pun menjadi terpecah-pecah hanya karena berbeda dukungan pada gelaran pesta demokrasi.

"Pemilu sudah selesai tapi masih ada saja yang menganggap belum selesai, mengonflikkan diri, membuat konflik dalam masyarakat dan membentuk sekat-sekat," kata Tjahjo.

KPU

Bahkan, konfliknya melebar ke arah yang sangat berbahaya, yaitu mengait-ngaitkannya dengan ideologi, suku, agama dan kelompok. Karena itu, dengan jadwal kampanye yang singkat, dampak negatif dari pesta demokrasi tersebut lebih dapat diredam sebab masyarakat tidak akan memiliki perasaan terlalu berlebihan dengan calon pemimpin atau wakil rakyat yang didukungnya.

Selain mempersingkat jadwal kampanye, Tjahjo juga mengusulkan model pemungutan dan penghitungan suara secara elektronik, seperti e-Voting dan e-Rekap.

Baca Juga: Kampanye Pilkada 2020 Selama 81 Hari, DPR Bilang Itu Kelamaan

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini