nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Duga Uang Korupsi RTH Bandung Mengalir ke Banyak Pihak

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 16 Juli 2019 12:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 16 337 2079512 kpk-duga-uang-korupsi-rth-bandung-mengalir-ke-banyak-pihak-widXA9wzF9.jpg Febri Diansyah (ANTARA)

JAKARTA ‎- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga uang korupsi pengadaan tanah dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lingkungan Pemkot Bandung, Jawa Barat 2012-2013, bukan hanya dinikmati para tersangka, tapi juga mengalir ke sejumlah pihak lain.

"Diduga uang ini mengalir pada sejumlah pihak, baik tersangka ataupun pihak lain di Bandung. KPK sedang menelusuri pihak-pihak yang menikmati aliran dana tersebut," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Selasa (16/7/2019).

Sejauh ini, KPK sudah menerima pengembalian uang diduga hasil korupsi RTH Bandung senilai puluhan juta rupiah dari sejumlah pihak. KPK juga menerima pengembalian lima bidang tanah dalam perkara ini.

"Ada yang telah secara koperatif mengembalikan dalam bentuk uang senilai puluhan juta rupiah dan lima bidang tanah," ujar Febri.

KPK menduga masih banyak pihak-pihak yang menerima aliran uang korupsi ini, namun belum mengembalikannya.Korupsi

"KPK juga mengimbau agar pihak-pihak lain yang pernah menerima uang terkait RTH ini agar segera mengembalikan pada KPK. Hal tersebut pasti akan dipertimbangkan sebagai faktor yang meringankan dan juga dapat membantu penanganan perkara ini," katanya.

KPK sedang memeriksa sekaligus pengecekan lokasi bersama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah dan RTH tersebut.

Baca juga: Dalami Suap Pengadaan RTH, KPK Periksa Anggota DPRD Bandung

KPK sudah memeriksa sekira 81 saksi dalam perkara ini. Berdasarkan proses penghitungan saat ini, negara mengalami kerugian sebesar Rp60 miliar dari alokasi anggaran Rp123,9 miliar.

Baca juga: 2 Anggota DPRD Kota Bandung Jadi Tersangka Korupsi RTH

"Proses verifikasi terus dilakukan untuk mempertajam bukti-bukti yang sudah dimiliki Penyidik. Kerugian negara diindikasikan terjadi karena harga yang dimark-up sedemikian rupa sehingga uang yang sebenarnya diterima oleh pemilik tanah jauh lebih kecil. Karena itulah, kerugian negara dalam kasus ini hampir setengah dari nilai anggaran tersebut," imbuhnya.‎

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga tersangka terkait kasus dugaan suap pengadaan tanah dan RTH Bandung. Yakni Hery Nurhayat serta dua anggota DPRD Bandung, Tomtom Dabbul Qomar dan Kadar Slamet.

Tomtom dan Kadar diduga meminta alokasi penambahan dana untuk untuk dua proyek RTH di Mandalajati dan Cibiru. Adapun, yang mengesahkan anggaran tersebut yakni, Hery, Kadar, dan Tomtom. Dua anggota DPRD Bandung tersebut diduga juga berperan sebagai makelar dalam pembahasan lahan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini