nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jaksa Kejati Bali Dipanggil KPK soal Suap Pengurusan Perkara

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 16 Juli 2019 11:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 16 337 2079496 jaksa-kejati-bali-dipanggil-kpk-soal-suap-pengurusan-perkara-hTifUV9sDW.jpg Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Jaksa pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Arih Wira Suranta alias Arih Ginting masuk dalam agenda pemeriksaan tim penyidik Komisi Pembe‎rantasan Korupsi (KPK) pada hari ini. Jaksa Arih akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengurusan perkara yang menyeret Aspidum Kejati DKI, Agus Winoto (AGW).

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk penyidikan tersangka AGW," ‎kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (16/7/2019).

Arih Ginting merupakan salah satu orang yang telah dicegah KPK untuk bepergian ke luar negeri dalam perkara ini. Selain Arih, KPK juga mencegah dua pihak swasta yakni, Sendi Pericho dan Tjhun Tje Ming untuk bepergian ke luar negeri. Ketiganya dilarang untuk bepergian ke luar negeri sejak 29 Juni 2019.

Belum diketahui apa yang akan digali penyidik terhadap Arih Ginting pada pemeriksaan kali ini. Diduga, Arih Ginting mengetahui alur konstruksi serta aliran uang dalam perkara ini. Oleh karenanya, KPK mencegah Arih Ginting karena kesaksiannya sangat dibutuhkan dalam perkara ini.

KPK sendiri telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara penipuan investasi yang sedang diproses di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Ketiganya yakni, Aspidum Kejati DKI, Agus Winoto, pengusaha Sendy Perico, dan seorang pengacara, Alvin Suherman.

Agus Winoto diduga menerima suap sebesar Rp200 juta dari Sendy Perico yang dibantu atau diperantarai lewat Alvin Suherman. Diduga, pemberian suap tersebut untuk meminta pemberatan hukuman terhadap pihak lawan Sendy Perico dalam sidang perkara penipuan investasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini