nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bareskrim Polri Tegaskan Perangi Perdagangan Satwa Dilindungi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 15 Juli 2019 19:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 15 337 2079269 bareskrim-polri-tegaskan-perangi-perdagangan-satwa-dilindungi-p3iGBQ1sEA.jpg Ilustrasi (Dok Okezone)

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dit Tipidter) Bareskrim Polri memastikan bahwa pihaknya akan terus memerangi tindak pidana kejahatan satwa yang dilindungi Undang-undang di Indonesia. Upaya memerangi tindak pidana kejahatan itu sebagai langkah agar satwa dilindungi tetap lestari.

Pada tahun ini, ada beberapa kasus perdagangan satwa dilindungi yang berhasil diungkapnya. Barang bukti hasil kasus perdagangan satwa yang diungkap kembali dilepaskan ke habitatnya. Seperti pelepasan 6 ekor komodo di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Fadil Imran, menekankan kegiatan sosialisasi, sinergi kelembagaan, dan penegakan hukum harus diperkuat dalam hal kejahatan terhadap satwa.

“Jika tidak, beberapa satwa kategori terbatas akan punah seperti komodo, orang utan, harimau Sumatra dan beberapa jenis aves,” kata Fadil dalam keterangannya, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Menurut Fadil, pihaknya melepaskan barang bukti perdagangan satwa liar yang dilindungi berupa komodo yang ditangkap pada Februari 2019 sebanyak enam ekor kerja sama antara Direktorat Tindak Pidana Tertentu dan Polda Jawa Timur.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Fadil Imran (ist)

“Kami melepasliarkan enam ekor komodo di Pulau Ontoloe, Provinsi NTT,” ujar Fadil.

Fadil menuturkan, kegiatan ini dilakukan bersama Direktur KKH Ditjen KSDAE Kementerian Kehutanan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTT, dan jajaran Pemprov NTT.

Illegal wildlife trade sebagai kejahatan serius yang harus diperangi, khususnya untuk pelaku yang terorganisir dengan market sampai ke mancanegara,” tutur Fadil.


Baca Juga : Populasi Jalak Bali hingga Harimau Sumatera Terus Meningkat

Di samping itu, Fadil mengatakan masyarakat mengapresiasi kinerja Polri dan instansi terkait karena telah menyelamatkan satwa khas Indonesia yang ada di NTT serta mengembalikan ke habitatnya.

“Para pelaku kejahatan yang sudah ditahan dijerat juga dengan UU TPPU,” tutur Fadil.


Baca Juga : Selundupkan Orangutan, WN Rusia Dituntut 6 Bulan Penjara

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini