nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenag Imbau Umat Salat Gerhana Bulan yang Diprediksi Terjadi pada 17 Juli

Amril Amarullah, Jurnalis · Senin 15 Juli 2019 11:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 15 337 2078977 kemenag-imbau-umat-salat-gerhana-bulan-yang-diprediksi-terjadi-pada-17-juli-GX280DOzFl.jpg Ilustrasi Salat Gerhana Bulan. (Foto: Antara)

JAKARTA – Gerhana bulan atau khusuful qamar diprediksi akan kembali terjadi pada 17 Juli 2019. Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin menjelaskan bahwa kawasan Indonesia barat dan tengah dapat mengamati gerhana bulan ini.

Awal gerhana diperkirakan mulai pukul 03.01 hingga 05.59 WIB. "Puncak gerhana akan terjadi pada pukul 04.30 WIB," ujar Amin, di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Baca juga: Salat Gerhana Bulan, Ribuan Jamaah Padati Masjid Nabawi 

Ia pun mengajak umat Islam untuk melaksanakan Salat Gerhana atau Salat Khusuf. Ditjen Bimas Islam telah menerbitkan seruan kepada para kepala Kanwil Kemenag agar menginstruksikan Kepala Bidang Urusan Agama Islam/Kepala Bidang Bimas Islam/Pembimbing Syariah, Kepala Kemenag Kabupaten/Kota, dan Kepala KUA bersama para ulama, pimpinan ormas Islam, imam masjid, aparatur pemerintah daerah dan masyarakat melaksanakan Salat Gerhana Bulan Parsial di wilayah masing-masing.

Gerhana bulan. (Foto: Ist)

"Pelaksanaan Salat Gerhana disesuaikan situasi dan kondisi daerahnya masing-masing," kata Amin.

"Kami juga mengimbau masyarakat memperbanyak zikir, istighfar, sedekah, dan amal saleh lainnya, serta mendoakan keselamatan dan kemajuan bangsa," sambungnya.

Baca juga: BMKG: Gerhana Bulan Total Tidak Terlalu Memengaruhi Pasang Surut Air Laut 

Adapun tata cara Salat Gerhana Bulan adalah sebagai berikut:

1. Berniat di dalam hati;

2. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa;

3. Membaca doa iftitah dan bertaawudz, kemudian membaca Surat Al Fatihah, dilanjutkan membaca surah yang panjang (seperti Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadis Aisyah: "Nabi Shalallahu alaihi wassalam menjaharkan (mengeraskan) bacaannya ketika Salat Gerhana." (HR Bukhari Nomor 1.065 dan Muslim Nomor 901);

4. Kemudian rukuk sambil memanjangkannya;

5. Kemudian bangkit dari rukuk (iktidal) sambil mengucapkan "Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd";

6. Setelah iktidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca Surah Al Fatihah dan surah yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama;

7. Kemudian rukuk kembali (rukuk kedua) yang panjangnya lebih pendek dari rukuk sebelumnya;

Gerhana bulan di Masjid Nabawi. (Foto: Okezone)

8. Kemudian bangkit dari rukuk (iktidal);

9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana rukuk, lalu duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kembali;

10. Kemudian bangkit dari sujud, lalu mengerjakan rakaat kedua sebagaimana raka’at pertama, hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya;

11. Salam.

Setelah itu, imam menyampaikan khutbah kepada para jamaah yang berisi anjuran untuk berzikir, berdoa, beristigfar, dan bersedekah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini