Polri Pastikan Komjen Iriawan Tak Terkait Kasus Novel Baswedan

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 15 Juli 2019 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 15 337 2078963 polri-pastikan-komjen-iriawan-tak-terkait-kasus-novel-baswedan-yNTDlMnYCL.jpg Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo. (Foto : Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA – Polri memastikan mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Mochamad Iriawan tidak terkait dengan kasus dugaan penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

Hal ini sekaligus membantah tim pakar gabungan investigasi kasus Novel Baswedan melakukan pemeriksaan terhadap Komjen Iriawan. Pasalnya, tim itu hanya melakukan wawancara terhadap Iriawan.

"Kasus tersebut tidak ada kaitannya dengan beliau dan tim yang dibentuk beliau sudah bekerja secara profesional dan proses pembuktian secara ilmiah untuk mengungkap kasus tersebut," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (15/7/2019).

Menurut Dedi, wawancara itu juga hanya menggali informasi ketika Komjen Iriawan menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Mengingat, kasus dugaan penyiraman itu terjadi ketika Iriawan menjabat posisi Kapolda Metro.

"Karena kapasitas beliau saat kejadian tersebut sebagai Kapolda Metro dan informasi lain yang beredar. Sudah clear dan beliau sudah membentuk tim khusus untuk menangani kasus tersebut. Beliau juga sampaikan secara umum hasil kerja tim yang menangani kasus ini selama menjabat sebagai Kapolda Metro kepada tim pakar," ujar Dedi.

Dedi menjelaskan, ketika Iriawan menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, tim khusus telah dibentuk untuk proses penyidikan guna mengungkap pelaku dari kasus tersebut.

Komjen Iriawan. (Foto : Sindonews)

"Komjen Iriwan tidak pernah dipanggil. Tapi tim gabungan pakar datang ke beliau untuk membicarakan atau ngobrol klarifikasi tentang kasus penyiraman Novel," ucap Dedi.

Dedi menuturkan, tim pakar juga tidak menuangkan hasil wawancara Iriawan dalam format BAP, tetapi hanya dalam format laporan tertulis.

"Karena sifatnya klarifikasi maka dimasukkan ke dalam laporan saja. Mereka tidak membuat BAP, kan tidak projusticia," tutur Dedi.

Iriawan sebelumnya membantah keras telah diperiksa oleh TGPF terkait kasus penyiraman air keras ke wajah penyelidik KPK Novel Baswedan. Ia menyebut kedatangan TGPF terjadi dua bulan lalu di kantornya di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

"Bukan diperiksa, tetapi klarifikasi atau ngobrol. Kalau diperiksa itu kan di-BAP. Tetapi, pertemuan saya dengan TGPF tidak ada pemeriksaan," ujar Sekretaris Utama Lemhannas itu.

Sementara itu, anggota tim pakar kasus Novel, Hendardi, menyebut pemeriksaan terhadap Iriawan hanya untuk menepis berbagai isu yang mengaitkan kasus penyiraman dengan Iriawan.

Tim gabungan kasus dugaan penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. (Foto : Puteranegara Batubara/Okezone)

"Untuk menepis berbagai isu bahwa betul Komjen Iriawan kita periksa dalam konteks beliau sebagai Kapolda. Jadi kalau orang diperiksa biasa saja sebagai saksi. Saksi karena hubungan itu ada. Hubungannya apa? Ya misalnya dia Novel pernah ke Polda Metro, Pak Iriawan juga pernah mengunjungi Novel ketika kejadian itu maupun sebelum, sesudahnya pernah. Itu yang kami periksa," kata Hendardi.


Baca Juga : Polri Sebut Ada Temuan Menarik soal Kasus Novel Baswedan, tapi Belum Mau Diungkap

Hendardi menilai wajar jika dalam pengusutan suatu kasus akan banyak pihak yang diperiksa, termasuk jenderal Polri. Mengklarifikasi, tambah Hendardi, bukan berarti karena Komjen Iriawan terlibat.

"(Suatu peristiwa) ada saksi-saksi di situ, kan saksinya kami periksa juga. Mengapa kami keluar kota kami periksa, saksinya betul pembicaraan ini saja atau ada pembicaraan lain dan sebagainya. Jadi jangan dipandang sebagai negatif bahwa jenderal ini pasti yang menjadi tersangka," tuturnya.


Baca Juga : Komjen Iriawan Bantah Diperiksa TGPF Novel Baswedan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini