KPK Panggil Ulang Adik Nazaruddin Terkait Gratifikasi Bowo Sidik Pangarso

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 15 Juli 2019 10:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 15 337 2078946 kpk-panggil-ulang-adik-nazaruddin-terkait-gratifikasi-bowo-sidik-pangarso-66mx48gbZL.JPG Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (Foto : Dok Okezone)

JAKARTA ‎- Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan ulang pemeriksaan terhadap adik kandung mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin, Muhajidin Nur Hasyim, pada hari ini. Muhajidin sempat dipanggil Jumat, 5 Juli 2019. Namun, dia mangkir alias tidak hadir pada panggilan pemeriksaan tersebut.

Sedianya, politikus Partai Gerindra tersebut akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus dugaan penerimaan gratifikasi anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso. Muhajidin akan dimintai keterangannya untuk penyidikan anak buah Bowo Pangarso, Indung (IND).

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IND," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di ‎kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (15/7/2019).

Selain Muhajidin, KPK memanggil satu saksi lainnya yaitu seorang pengusaha, Lamidi Jimat, dalam pengusutan kasus gratifikasi Bowo Sidik Pangarso. Lamidi akan diperiksa untuk proses penyidikan Indung.

‎Sekadar informasi, tim penyidik sedang menelusuri sumber-sumber gratifikasi yang diterima tersangka Bowo Sidik Pangarso. Pengusutan tersebut dilakukan dengan intensnya pemeriksaan sejumlah saksi.

Sebelumnya, KPK telah memeriksa M Nasir yang merupakan saudara kandung M Nazaruddin. Anggota Komisi VII DPR Fraksi Demokrat‎ tersebut diperiksa KPK soal aliran dugaan gratifikasi untuk Bowo Sidik Pangarso.

KPK sendiri pernah menggeledah ruang kerja M Nasir pada Sabtu, 4 Mei 2019. Namun, tidak ada yang disita oleh KPK dari ruang kerja adik dari mantan Bendahara Umum (Bendum) Partai Demokrat, M Nazaruddin tersebut.

Bowo Sidik Pangarso. (Dok Okezone)

Penggeledahan terhadap ruang kerja M Nasir sendiri diduga berkaitan dengan pemberian gratifikasi untuk Bowo Sidik Pangarso terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK). KPK sedang mendalami gratifikasi tersebut.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait kerjasama pengangkutan bidang pelayaran yang menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

Ketiganya ialah anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso, anak buah Bowo dari PT Inersia, Indung serta Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti.

Dalam perkara ini, Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD2 per metric ton. Diduga, Bowo Sidik telah menerima tujuh kali hadiah atau suap dari PT Humpuss.


Baca Juga : KPK Cegah Pihak Swasta ke Luar Negeri Terkait Dugaan Gratifikasi Bowo Sidik Pangarso

Bowo Sidik diduga‎ bukan hanya menerima suap dari PT Humpuss, tapi juga dari pengusaha lainnya. Total, uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik dari PT Humpuss maupun pihak lainnya yakni sekira Rp8 miliar. Uang tersebut dikumpulkan Bowo untuk melakukan serangan fajar di Pemilu 2019.


Baca Juga : KPK Ultimatum Nazaruddin dan Dua Saudara Kandungnya untuk Kooperatif Jalani Pemeriksaan

(erh)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini