BMKG Imbau Masyarakat Halmahera Selatan Hindari Bangunan Rusak Pasca-Gempa 7,2

Antara, · Senin 15 Juli 2019 09:59 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 15 337 2078918 bmkg-imbau-masyarakat-halmahera-selatan-hindari-bangunan-rusak-pasca-gempa-7-2-QPzxlSGfA8.jpg ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah terdampak gempa bumi magnitudo 7,2 di Halmahera Selatan menghindari bangunan yang retak atau rusak, karena dikhawatirkan masih akan terjadi gempa susulan dengan kekuatan signifikan.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan, sebelum kembali ke dalam rumah," kata Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, dikutip dari Antaranews, Senin (15/7/2019).

Berdasarkan hasil monitoring BMKG, hingga Senin pagi pukul 05.00 WIB mencatat 61 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar 5,8 dan magnitudo terkecil 3,1 Sebanyak 28 gempa di antaranya dirasakan guncangannya oleh masyarakat.

Sesuai dengan peta tingkat guncangan (shake map) yang dikeluarkan BMKG, dalam waktu kurang dari 30 menit setelah gempa dapat diketahui bahwa gempa Halmahera Selatan berpotensi merusak.

Dalam peta shake map BMKG tampak bahwa di zona gempa dan sekitarnya, guncangan mencapai warna kuning hingga kecokelatan yang artinya dampak gempa mencapai skala intensitas VII-VIII MMI.

Intensitas gempa sebesar itu dapat terjadi kerusakan dalam tingkat sedang hingga berat. Estimasi model ternyata benar, karena berdasarkan laporan terbaru menunjukkan bahwa gempa yang terjadi itu menimbulkan banyak kerusakan bangunan rumah. Tercatat sedikitnya 160 bangunan rumah mengalami kerusakan.

"Mengingat banyak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa, masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini