nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Armuzna, Fase Krusial Ujian Fisik dan Mental Jamaah Haji

Fahreza Rizky, Jurnalis · Sabtu 13 Juli 2019 12:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 12 337 2078243 armuzna-fase-krusial-ujian-fisik-dan-mental-jamaah-haji-xhf1eJa3nC.jpg Foto: Reuters

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan wilayah Arafah, Musdalifah dan Mina (Armuzna) sebagai titik krusial dalam ibadah haji. Pasalnya, kemampuan mental dan fisik jamaah akan diuji di tempat ini.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Eka Jusup Singka, mengatakan tim kesehatan akan menaruh perhatian lebih untuk memantau jamaah haji asal Tanah Air ketika berada di tiga wilayah tersebut.

"Iya (tim kesehatan siaga), tapi sekali lagi enggak bisa Kemenkes sendirian yang bekerja, mesti melibatkan stakeholder lainnya," kata Eka saat berbincang dengan Okezone, beberapa waktu lalu.

Lipsus Haji

Ia mengatakan, wilayah Armuzna menjadi titik krusial karena seluruh jamaah haji dari penjuru dunia berkumpul di tempat tersebut. Dengan demikian, kondisi di sana bisa dikatakan sangat padat ditambah lagi dengan cuaca cukup ekstrem.

"Itu betul-betul krusial karena seluruh jamaah berkumpul dan itu mempengaruhi proses transportasinya. Jika terjadi keterlambatan transport, jamaah tak terangkut dari Arafah ke Musdalifah, ini bisa potensi terserang penyakit," tuturnya.

"Lalu kalau dari Musdalifah (ke Mina) terlambat lagi diangkut, itu bisa terkena ancaman heatstroke," sambung Eka.

Ia melanjutkan, urusan kesehatan jamaah haji Tanah Air mesti melibatkan multi-sektor. Sebab penyebab sehat atau tidaknya jamaah ditentukan oleh sektor lainnya, misalnya kondisi penginapan, transportasi, dan segala macamnya.

"Kesehatan itu banyak faktor yang mempengaruhinya," ucap Eka.

Karena itu, Kemenkes selalu menegakkan menegakkan istithaah (syarat mampu) kesehatan sebagai syarat utama pemberangkatan calon jamaah haji (CJH). Jika istithaah itu tidak terpenuhi, maka calon jamaah tidak diizinkan berangkat.

"Kemenag sudah mendukung ini dengan baik. Yang tidak mempunyai syarat istithaah sebaiknya ditunda (berangkatnya). Itu salah satu antisipasi, karena di sana cuaca begitu ekstrem. Situasi sosial-budaya juga berbeda dengan Indonesia," pungkas Eka.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini