nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Balada Jamaah Haji Lansia: Antara Budaya dan Daftar Tunggu yang Lama

Fahreza Rizky, Jurnalis · Sabtu 13 Juli 2019 11:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 12 337 2078239 balada-jamaah-haji-lansia-antara-budaya-dan-daftar-tunggu-yang-lama-xEElRzo1ge.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Jamaah haji Indonesia didominasi oleh kalangan lanjut usia (lansia) yang memiliki resiko tinggi (risti) kesehatan. Jumlahnya sekira 60 persen pada musim haji 2019.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Eka Jusup Singka, memberikan penjelasan tentang resiko tinggi kesehatan jamaah lansia.

"Memang di atas 60 tahun masuk resiko tinggi terhadap kesehatan. Resiko tinggi untuk sakit, resiko tinggi yang sudah penyakit menjadi lebih parah. Itu maksudnya," kata Eka saat berbincang dengan Okezone, beberapa waktu lalu.

Eka menuturkan, penyebab jamaah haji Indonesia didominasi oleh kalangan lansia dikarenakan beberapa faktor, di antaranya lamanya daftar tunggu pendaftaran hingga faktor sosial-budaya.

Lipsus Haji

"Jamaah haji kita berangkat tua karena daftar tunggunya sudah lama. Kedua, juga memang ada kaitannya dengan budaya. Banyak orang berangkat haji setelah pensiun. Itu fakta," ucapnya.

Eka melanjutkan, hampir semua orang yang berumur di atas 60 tahun pasti memiliki suatu penyakit. Misalnya saja sakit jantung, hipertensi, pernapasan, pembuluh darah, dan lain-lain. "Itu lumrah," imbuh dia.

Kemenkes, kata dia, sudah melakukan banyak hal untuk mengantisipasi jamaah yang masuk dalam kategori resiko tinggi. Misalnya saja dengan menegakkan istithaah (syarat mampu) kesehatan sebagai syarat utama pemberangkatan calon jamaah haji (CJH).

Hal ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 15 Tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji. "Anjuran agama yang berangkat itu juga harus istithaah," pungkas Eka.

Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud sebelumnya memberikan kuota haji tambahan untuk Indonesia sebesar 10.000 jamaah. Penambahan kuota haji ini diberikan Raja Salman setelah melangsungkan pertemuan bilateral dengan Presiden Jokowi.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini