nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK: Kasus Suap Pesawat Garuda Rampung Awal Agustus

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 12 Juli 2019 10:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 12 337 2077936 kpk-kasus-suap-pesawat-garuda-rampung-awal-agustus-PHoPztVRAQ.jpg Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (Foto: Ist)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Basaria Panjaitan mengakui sedang berusaha merampungkan penyidikan kasus dugaan suap pembelian pesawat dan mesin pesawat Airbus 330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan mesin raksasa di dunia Rolls Royce.‎ Kata Basaria, penyidikan kasus ini kemungkinan rampung pada awal Agustus 2019.

"Kita akan beberapa kali gelar perkara, itu akan usahakan kalau paling tidak awal Agustus penyidikannya udah selesai," kata Basaria di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis 11 Juli 2019 malam.

Baca Juga: KPK Periksa Eks Anak Buah Bos PT MRA Terkait Suap Pesawat Garuda 

Sebelumnya, KPK mengantongi adanya temuan baru terkait aliran dana lintas negara dalam pengusutan perkara ini. KPK juga menemukan adanya penggunaan puluhan rekening bank asal luar negeri yang diduga berkaitan dengan aliran dana para tersangka.

Menurut Basaria, temuan itu akan menjadi bukti tambahan bagi penyidik untuk merampungkan penyidikan praktik rasuah di perusahaan plat merah tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, puluhan rekening itu disinyalir milik mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar.

"Sementara masih miliknya sendiri (Emirsyah Satar) dan sementara masih di Singapura," ujarnya.

KPK 

KPK sendiri telah menetapkan mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, dan Beneficial Owner Connaught International, Soetikno Soedarjo sebagai tersangka kasus dugaan suap pembelian pesawat dan mesin pesawat Airbus 330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan mesin raksasa di dunia Rolls Royce.

Baca Juga: Kasus Suap Pesawat Garuda, KPK Ungkap Penggunaan Puluhan Rekening Bank Luar Negeri 

Namun demikian, kedua tersangka tersebut belum dilakukan penahanan sejak ditetapkan sebagai tersangka pada ‎16 Januari 2017 hingga sat ini.

Dalam perkara ini, Emirsyah diduga telah menerima suap dari perusahaan mesin Rolls Royce terkait dengan pengadaan mesin A330-300. Suap tersebut diberikan Rolls Royce kepada Emirsyah dalam bentuk uang dan barang melalui perantara Soetikno Soedarjo.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini