nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polri Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 11 Juli 2019 13:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 11 337 2077546 polri-gagalkan-penyelundupan-benih-lobster-ke-singapura-3VWts3ZPfh.jpg Polri konpers soal penyelundupan benih Lobster (foto: Rizki/Okezone)

JAKARTA - Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan benih lobster sebanyak 113.412 ekor atau senilai Rp17,3 miliar. Benih yang diambil dari Bengkulu itu rencananya akan dikirim ke Singapura.

Kasubdit IV Direktorat Tipidter Bareskrim Polri, Kombes Parlindungan Silitonga mengatakan, dalam pengungkapan kasus tersebut pihaknya berhasil meringkus empat orang tersangka yakni Mark Tan Chen Cheu Feng alias Atan, Hasan bin Ahmad, Bagyo Chandra, dan Teng Cheng Ying Keene.

Awalnya kata Parlindungan, pihaknya mendapat informasi pada 1 Juli 2019 akan ada transaksi penjualan benih lobster dari Bengkulu ke Singapura melalui jalur Jambi dan Batam.

penangkapn

Tim kemudan menindaklanjuti informasi tersebut dan mengirimkan petugas ke Jambi dan melakukan pengamatan bekerjasama dengan Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Provinsi Jambi.

"Kita tangkap, ini yang pertama Atan yang kedua adalah Hasan, di Jalan Patimura, Kota Jambi," kata Parlindungan di Bareskrim Polri, Kamis (11/7/2019).

Dari penangkapan itu petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa benih lobster dan dua kendaraan yang digunkan pelaku untuk mengangkut benih tersebut. Pihaknya juga mengamankan sopir kendaraan atas nama Dion Pramana, John Perry sopir Xenia, Didi, dan Usung.

lobster

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kedua pelaku, petugas kemudian melakukan pengembangan dan menangkap dua tersangka lain yakni, Bagyo Chandra dan Teng Cheng Ying Keene, yang merupakan WNA Singapura di Batam.

"Bagyo Chandra dan Teng, ini sebagai manager dan juga sebagai pendana," tuturnya.

Adapun dalam kasus ini para tersangka dikenakan Pasal 88 jo Pasal 16 ayat 1 Undang-Undang RI Tahun 2004 tentang Perikanan dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun dan denda Rp1,5 miliar.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini