Share

Rizal Ramli Absen Penuhi Panggilan Terkait Kasus BLBI, KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 11 Juli 2019 12:51 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 11 337 2077517 rizal-ramli-absen-penuhi-panggilan-terkait-kasus-blbi-kpk-jadwalkan-ulang-pemeriksaan-jZT5k1jNR5.jpg Rizal Ramli. (Foto : Dok Okezone)

JAKARTA – Mantan Menko Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri, Rizal Ramli absen alias tidak hadir memenuhi panggilan pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada hari ini. Sedianya, Rizal dijadwalkan diperiksa ‎sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi penerbitan SKL BLBI untuk obligor BDNI.

"Rizal Ramli menyampaikan pada penyidik belum bisa hadir hari ini dan meminta dijadwalkan kembali," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019).

KPK akan menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Rizal Ramli. Rencananya, Menteri Keuangan era Abdurahman Wahid tersebut akan dijadwal ulang pemeriksaannya sebagai saksi dalam perkara ini pada pekan depan.

"KPK akan jadwalkan ulang pemeriksaan untuk Saksi Rizal Ramli tersebut minggu depan," katanya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: Okezone)

Sementara satu saksi lainnya yakni, Kwik Kian Gie, telah hadir memenuhi panggilan pemeriksaannya sebagai saksi. Dia diperiksa untuk proses penyidikan tersangka pemegang saham pengendali BDNI, Sjamsul Nursalim.

"Satu orang saksi untuk kasus BLBI telah datang hari ini (Kwik Kian Gie)," katanya.

Menurut Febri, pemeriksaan terhadap Kwik Kian Gie untuk mempertajam renteten peristiwa proses sebelum Surat Keterangan Lunas (SKL) untuk BDNI diterbitkan. Hal tersebut juga akan didalami lewat pemeriksaan sejumlah saksi lainnya dalam beberapa waktu ke depan.

"Rangkaian pemeriksaan yang dilakukan beberapa hari ini sebagai bentuk konkret sikap KPK yang tetap akan mengusut kasus BLBI ini," tuturnya.


Baca Juga : KPK Panggil Rizal Ramli dan Kwik Kian Gie Terkait Kasus BLBI

Sebelumnya, KPK telah mengumumkan secara resmi penetapan tersangka terhadap Sjamsul Nursalim beserta istrinya, Itjih Nursalim sebagai tersangka. Keduanya dijerat terkait kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Sjamsul dan istrinya disebut melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Tumenggung. Sjamsul dan istrinya diduga sebagai pihak yang diperkaya sebesar Rp4,58 triliun.

Atas perbuatannya, Sjamsul dan Itjih disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga : Keok oleh Syafruddin Temenggung, Said Aqil: KPK Harus Ditinjau Kembali

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini