nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gubernur Kepri Jadi Kepala Daerah Ke-41 yang Terciduk KPK

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 11 Juli 2019 11:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 11 337 2077472 gubernur-kepri-jadi-kepala-daerah-ke-41-yang-terciduk-kpk-98T2oZ1Avg.JPG Gubernur Kepri Nurdin Basirun (Instagram)

JAKARTA – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nurdin Basirun diciduk, Rabu 10 Juli kemarin, diduga terkait suap izin proyek reklamasi di Kepri.

Nurdin tercatat sebagai kepala daerah ke 41 yang diamankan KPK sejak 2012. Kader Partai Nasdem itu diperiksa intensif oleh Tim KPK di Polres Tanjungpinang dan hari ini diterbangkan ke Jakarta.

Selain Nurdin, KPK juga mengamankan lima orang lainnya dalam OTT di Kepri. Mereka terdiri dari kepala dinas, kepala bidang, dua staf dan pihak swasta. KPK juga menyita uang 6.000 Dollar Singapura, diduga barang bukti suap. Status hukum keenam orang itu segera diumumkan KPK.

"Status hukum perkara dan pihak-pihak yang diamankan akan disampaikan nanti sore melalui konferensi pers di KPK," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief, Kamis (11/7/2019).

Baca juga: Kena OTT KPK, Gubernur Kepri Punya Kekayaan Rp5 Miliar

Sebelum OTT Gubernur Kepri, kepala daerah terakhir yang ditangkap KPK adalah Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip. Perempuan cantik itu diciduk di Talaud, Sulawesi Utara, pada Selasa 30 April 2019.Sri Wahyumi

Sri Wahyumi Maria Manalip

Sri Wahyumi ditangkap atas kasus menerima suap dan gratifikasi terkait proyek pembangunan pasar di Talaud.

Okezone mencatat, sepanjang 2019, KPK sudah menangkap tiga kepala daerah. Sebelum Nurdin Basirun dan Sri Wahyumi, KPK lebih dulu menciduk Bupati Mesuji Khamami, pada Rabu 23 Januari 2019.

Berikut 41 kepala daerah yang ditangkap KPK sejak 2012:

1. Bupati Buol, Amran Batalipu ditangkap 27 Juni 2012.

2. Bupati Mandailing Natal, Muh. Hidayat Batubara ditangkap 15 Mei 2013.

3. Bupati Gunung Mas, Kalteng, Hambit Bintih, ditangkap 3 Oktober 2013.

4. Bupati Bogor, Rachmat Yasin Limpo, ditangkap 7 Mei 2014.

5. Bupati Biak Numfor, ‎Yesaya Sombuk, ditangkap 16 Juni 2014.

Baca juga: Koruptor yang Ditangkap KPK Didominasi Lulusan S2, Disusul Sarjana

6. Bupati Karawang, Ade Swara, ditangkap 7 Juli 2014.

7. Bupati Subang, Ojang Sohandi, ditang‎kap 11 April 2016.

8. Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian, ditangkap 4 September 2016.

9. Wali Kota Cimahi, Atty Suharti Tochija, ditangkap 1 Desember 2016.

10. Bupati Klaten, Sri Hartini, ditangkap 30 Desember 2016.

11. Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti, 20 Juni 2017.

12. Bupati Pamekasan, Achmad Syafi'i, ditangkap 2 Agustus 2017.

13. Wali Kota Tegal, Siti Mashita Soeparno‎, ditangkap 29 Agustus 2017.

14. Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnaen, ditangkap 13 September 2017.

15. Wali Kota Batu Malang, Eddy Rumpoko, ditangkap 16 September 2017.

16. Wali Kota Cilegon, Tb. Iman Ariyadi, ditangkap 22 September 2017.

17. Bupati Nganjuk, Taufiqurrahma‎n, ditangkap 25 Oktober 2017.

18. Bupati Hulu Sungai Tengah, H. Abdul Latif, ditangkap 4 Januari 2018.

19. Bupati Jombang, Nyono Wiharli Suhandoko, ditangkap 3 Februari 2018.

20. Bupati Ngada, Marianus Sae, ditangkap 11 Februari 2018.

21. Bupati Subang, Imas Aryumningsih, ditangkap 13 Februari 2018;

22. Bupati Lampung Tengah, Mustafa, ditangkap 14 Februari 2018;Ilustrasi

23. Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra, ditangkap 28 Februari 2018;

24. Bupati Bandung Barat, Abu Bakar, ditangkap 11 April 2018;

25. Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud, ditangkap 15 Mei 2018;

26. Bupati Buton Selatan, ‎Agus Feisal Hidayat‎, ditangkap 23 Mei 2018

27. Bupati Purbalingga, Tasdi, ditangkap 4 Juni 2018

28. Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, ditangkap 8 Juni 2018

29. Wali Kota Blitar, M Samanhudi Anwar, ditangkap 8 Juni 2018

30. Bupati Bener Meriah, Ahmadi, ditangkap 5 Juli 2018

Baca juga: Irwandi Yusuf, Propagandis GAM Jadi Gubernur lalu Ditangkap KPK

31. Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, ditangkap 5 Juli 2018

32. Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap, ditangkap 17 Juli 2018;

33. Bupati Lampung Tengah, Zainuddin Hasan, ditangkap 26 Juli 2018;

34. Wali Kota Pasuruan, Setiyono, ditangkap 4 Oktober 2018.

35. Bupati Bekasi, Neneng Hasanah ditangkap 15 Oktober 2018

36. Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra ditangkap 24 Oktober 2018.

37. Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu ditangkap pada 18 November 2018.

38. Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar pada 12 Desember 2018

39. Bupati Mesuji, Khamami pada 23 Januari 2019

40. Bupati Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip pada 30 April 2019

41. Gubernur Kepri Nurdin Basirun pada 10 Juli 2019.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini