nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Periksa Eks Anak Buah Bos PT MRA Terkait Suap Pesawat Garuda

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 11 Juli 2019 10:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 11 337 2077440 kpk-periksa-eks-anak-buah-bos-pt-mra-terkait-suap-pesawat-garuda-mPpDodqWPD.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengagendakan pemeriksaan terhadap mantan Manager Aministrasi and Finance Connaught International Pte Ltd, Sallyawati Rahardja. Dia akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Sallyawati Rahardja merupakan mantan anak buah bos PT Mugi Rekso Abadi (MRA), Soetikno Soedarjo. Soetikno sendiri adalah tersangka dalam kasus dugaan suap pembelian pesawat dan mesin pesawat Airbus 330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan mesin raksasa di dunia Rolls Royce.

Pada pemeriksaan kali ini, Sallyawati akan diperiksa untuk proses penyidikan tersangka mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar (ESA). "Yang bersangkutan ‎akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESA," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019).

‎Sebelumnya, KPK menemukan adanya aliran dana lintas negara dalam pengusutan perkara ini. KPK juga mengantongi adanya penggunaan puluhan rekening bank asal luar negeri yang diduga berkaitan dengan aliran dana para tersangka.

Baca Juga: KPK Terus Gali Peran Bos MRA Soetikno Soedarjo di Korupsi Garuda

KPK sedang menelusuri temuan-temuan baru tersebut. Temuan-temuan baru tersebut akan ditelusuri KPK lewat serangkaian pemeriksaan sejumlah saksi dalam beberapa minggu ke depan. "Dalam 2 minggu ini KPK telah menggendakan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk kepentingan penelurusan aliran dana dan dokumen lain yang relevan," ucapnya.

Ilustrasi

KPK sendiri telah menetapkan mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, dan Beneficial Owner Connaught International, Soetikno Soedarjo sebagai tersangka kasus dugaan suap pembelian pesawat dan mesin pesawat Airbus 330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan mesin raksasa di dunia Rolls Royce.

Namun demikian, kedua tersangka tersebut belum dilakukan penahanan sejak ditetapkan sebagai tersangka pada ‎16 Januari 2017 hingga sat ini.

Dalam perkara ini, Emirsyah diduga telah menerima suap dari perusahaan mesin Rolls Royce terkait dengan pengadaan mesin A330-300. Suap tersebut diberikan Rolls Royce kepada Emirsyah dalam bentuk uang dan barang melalui perantara Soetikno Soedarjo.

Baca Juga: Kasus Suap Pesawat Garuda, KPK Ungkap Penggunaan Puluhan Rekening Bank Luar Negeri

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini