nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

JK: Partai Pendukung Jokowi yang Dapat Kursi DPR Berhak Dapat Menteri

Antara, Jurnalis · Rabu 10 Juli 2019 20:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 10 337 2077267 jk-partai-pendukung-jokowi-yang-dapat-kursi-dpr-berhak-dapat-menteri-GXOa9jTtxh.jpg Wapres Jusuf Kalla

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan keinginan partai politik yang terang-terangan menuntut jatah kursi menteri di Kabinet Kerja Jilid II merupakan hal wajar. Mengingat, parpol telah memberikan dukungan kepada capres pada saat Pemilu Presiden 2019.

"Ya partai pendukung presiden, yang dapat kursi di DPR, berhak mendapat jatah menteri; itu berhak karena juga Pemerintah butuh dukungan di DPR. Kalau mereka tidak ada wakil di kabinet, bagaimana Pemerintah mendapat dukungan di DPR dari partai bersangkutan," kata JK yang juga Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, di Kantor Wakil Presiden, seperti dikutip dari Antaranews, Rabu (10/7/2019).

JK mengatakan, parpol boleh saja meminta jatah kursi menteri sebanyak-banyaknya untuk di kabinet baru nanti. Namun, lanjut JK, partai tidak boleh lupa bahwa keputusan pengisian posisi menteri di pemerintahan adalah hak prerogatif Presiden Joko Widodo.

Ilustrasi

Baca Juga: BMKG Sebut Tsunami Pernah Terjadi di Selatan Jawa Ratusan Tahun Lalu

"Silakan saja. Tapi yang menentukan siapa, berapa, itu Presiden. Selama parpol mengusulkan, itu silakan saja. Keputusan siapa dan berapa itu kan tergantung perolehan kursi di DPR dan kapasitas yang dibutuhkan, karena harus profesional walaupun jadi menteri," tuturnya.

Setelah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sebagai presiden dan wapres terpilih, Joko Widodo-Ma'ruf Amin kini memiliki pekerjaan rumah untuk menyusun nama-nama menteri yang akan mengisi Kabinet Kerja Jilid II.

Seluruh partai koalisi pengusung pasangan tersebut tentu menginginkan jabatan elit di 33 kementerian dan sejumlah lembaga pemerintahan non-kementerian, sebagai bentuk "balas budi" atas dukungan yang diberikan selama Pemilu Presiden 2019.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini