Muhammadiyah Nilai Fenomena Parpol Minta Jatah Menteri Dampak dari Sistem Presidential Threshold

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 10 Juli 2019 19:21 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 10 337 2077227 muhammadiyah-nilai-fenomena-parpol-minta-jatah-menteri-dampak-dari-sistem-presidential-threshold-PQNcalZCXx.jpg Jokowi-KH Maruf Amin (foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas menilai, partai pengusung Jokowi-Ma'ruf yang secara terang-terangan meminta jabatan menteri karena dampak adanya sistem presidential threshold atau ambang batas pencalonan Pilpres yang harus memiliki 20 persen total kursi di parlemen.

"Ya sejak awal sudah tersandera, enggak bisa enggak. Kalau enggak, ganti sistemnya, makanya ke depan sistem presidential threshold itu harus dihapus. Sistem 20 persen tuh harus dihapus biar masing-masing partai bisa maju, mengajukan calon presidennya sendiri," kata Yunahar kepada Okezone, Rabu (10/7/2019).

Baca Juga: Pengamat: Ada Parpol Mengeong dan Menggongong Minta Kursi Menteri ke Jokowi

Penetapan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai Presiden & Wapres Terpilih 

Menurut dia, semakin banyak calon yang maju dalam Pilpres akan berdampak positif kepada Presiden terpilih. Pasalnya, koalisi setiap calon yang akan maju di Pilpres tak akan gendut seperti sekarang.

"Mau 5 calon, 10 calon, silakan. Nah nanti kalau begitu, ada partai yang calonnya menang, dia bisa mandiri. Sekarang keroyokan, menang, tidak bisa, setelah menang, ini hak presiden, enggak bisa. Itu sudah risiko sistem yang kita anut. Kalau tidak mau gitu ya ubah sistemnya," paparnya.

Yunahar menjelaskan, Muhammadiyah mendorong agar adanya perubahan sistem presidential dengan tidak menggunakan ambang batas dalam pencalonan Pilpres pada 2024.

"Biarkan masing-masing partai mencalonkan presiden sendiri-sendiri, enggak usah dibatasi 20 persen, 15 persen. Kalau mereka masuk ke parlemen, sekarang parlemen threshold kan 4 persen," ujar dia.

"Yang masuk parlemen, berapa pun, mereka mengajukan calon presiden, silakan, biar masyarakat yang menilai. Semakin banyak calonnya, semakin bagus untuk kaderisasi," tambah Yunahar.

Baca Juga: Ramai-Ramai Parpol Minta Jatah Menteri, PDIP: Enggak Apa-Apa, tapi yang Tentukan Kan Jokowi


(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini