nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BMKG Sebut Tsunami Pernah Terjadi di Selatan Jawa Ratusan Tahun Lalu

Antara, Jurnalis · Rabu 10 Juli 2019 19:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 10 337 2077224 bmkg-sebut-tsunami-pernah-terjadi-di-selatan-jawa-ratusan-tahun-lalu-XM6H42iXpl.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Berdasarkan penelitian Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terhadap sedimen yang ada di selatan Jawa, pernah terjadi tsunami beberapa ratus tahun sebelumnya.

"Karena itu BMKG menyambut baik Ekspedisi Desa Tangguh Bencana Tsunami," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono saat jumpa pers Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), seperti dikutip dari Antaranews, Rabu (10/7/2019).

Rahmat mengatakan, jajarannya akan menurunkan personel-personel yang ada di stasiun-stasiun BMKG yang ada di wilayah selatan Jawa untuk menjadi peserta ekspedisi tersebut. Sasarannya adalah untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat setempat tentang produk-produk sistem peringatan dini BMKG.

"Karena akan percuma ada informasi melalui sistem peringatan dini bencana kalau tidak dipahami oleh masyarakat," tuturnya.

Ilustrasi

Baca Juga: BNPB Akan Ekspedisi 584 Desa Rawan Gempa dan Tsunami di Selatan Jawa

Rahmat mengatakan bencana bisa datang setiap saat. Apalagi, Indonesia sebagai negara kepulauan dan memiliki banyak sesar merupakan wilayah yang rawan terhadap gempa dan tsunami.

"Sistem peringatan dini gempa dan tsunami sudah dibangun. Namun, hal itu akan percuma bila kepedulian masyarakat terhadap potensi bencana tidak disiapkan," katanya.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB Lilik Kurniawan mengatakan 5.744 desa yang ada di seluruh Indonesia rawan terhadap tsunami. Di selatan Jawa saja terdapat 584 desa yang rawan tsunami.

"Karena itu, wilayah selatan Jawa penting untuk memiliki kesiapsiagaan terhadap tsunami karena penduduknya cukup banyak dan menjadi tujuan pariwisata. Bila terjadi tsunami, korbannya akan sangat banyak bila masyarakatnya tidak tangguh," tuturnya.

Lilik mengatakan ekspedisi tersebut merupakan bagian dari program kesiapsiagaan atau pencegahan yang akan dimulai pada Jumat (12/7) di Banyuwangi dibuka Kepala BNPB Doni Monardo.

Pada jumpa pers Ekspedisi Destana Tsunami itu, selain Rahmat dan Lilik, narasumber yang hadir adalah Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Inovasi Daerah Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA, dan koordinator tim penulis Ekspedisi Destana Tsunami Trinirmalaningrum.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini