nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Periksa Mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar sebagai Tersangka

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 10 Juli 2019 09:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 10 337 2076926 kpk-periksa-mantan-dirut-garuda-emirsyah-satar-sebagai-tersangka-8CmSykvKTh.JPG Mantan Dirut PT Garuda Indonesia (Persero), Emirsyah Satar (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero), Emirsyah Satar (ESA) sebagai tersangka hari ini.

"Yang bersangkutan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (10/7/2019).

KPK sendiri sebelumnya telah menetapkan mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, dan Beneficial Owner Connaught International, Soetikno Soedarjo sebagai tersangka kasus dugaan suap pembelian pesawat dan mesin pesawat Airbus 330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan mesin raksasa di dunia Rolls Royce.

Namun demikian, kedua tersangka tersebut belum dilakukan penahanan sejak ditetapkan sebagai tersangka pada ‎16 Januari 2017. ‎Soetikno sendiri telah diperiksa sebagai tersangka pada, 9 Juli 2019, kemarin, sebagai tersangka.

Emirsyah Satar

Pemeriksaan terhadap Soetikno tersebut untuk mengklarifikasi adanya temuan baru terkait aliran dana lintas negara. Disinyalir, KPK juga akan mengklarifikasi soal temuan baru tersebut ke Emirsyah Satar pada pemeriksaan hari ini.

Namun, belum diketahui apakah KPK akan melakukan penahanan terhadap Emirsyah atau tidak. Sebab, Soetikno sendiri belum ditahan pasca-diperiksa sebagai tersangka pada 9 Juli 2019, kemarin.

Dalam perkara ini, Emirsyah diduga telah menerima suap dari perusahaan mesin Rolls Royce terkait dengan pengadaan mesin A330-300. Suap tersebut diberikan Rolls Royce kepada Emirsyah dalam bentuk uang dan barang melalui perantara Soetikno Soedarjo.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini