nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bebas dari Penjara KPK, Syafruddin Merasa Terinspirasi Kisah Nelson Mandela

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 09 Juli 2019 20:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 09 337 2076801 bebas-dari-penjara-kpk-syafruddin-merasa-terinspirasi-kisah-nelson-mandela-AYzNBLOMZk.jpg Syafruddin Arsyad Temenggung. (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA - ‎Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Temenggung resmi bebas dari penjara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait kasus dugaan korupsi penerbitan SKL BLBI terhadap obligor BDNI, pada malam hari ini. Dia dibebaskan setelah adanya putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA).

Dalam kesempatan itu, Syafruddin bersyukur karena bisa ‎menghirup udara bebas. Menurutnya, putusan MA yang melepasnya dari segala tuntutan jaksa KPK merupakan perjalanan panjang. Dia pun merasa terinspirasi atas kisah mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Rolihlala Mandela.

"Bahwa saya bisa di luar sekarang dan ini adalah suatu proses perjalanan panjang. Saya diilhami dari perjalanan Nelson Mandela penulis buku From Walk to Freedom jadi perjalanan tentang kebebasan dan perjalanan itu cukup panjang," tutur Syafruddin di area Rutan KPK belakang gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Selasa (9/7/2019).

Syafruddin mengaku telah mengikuti proses hukumnya dengan sangat kooperatif. Hingga akhirnya, kata Syafruddin, MA memutuskan menerima kasasi yang diajukannya.

"Alhamdulillah, apa yang kami mintakan dikabulkan dan ini adalah satu hari yang bersejarah bagi saya karena sebagai mantan Ketua BPPN saya sebetulnya sudah menyelesaikan segala urusan, sudah diaudit oleh BPK tahun 2006. Jadi, setelah itu saya enggak tahu lagi, tahu-tahu tahun 2017 jadi tersangka," tuturnya.

Syafruddin Arsyad Temenggung. (Sindo)

Dia juga menceritakan apa yang dirasakan selama satu tahun enam bulan menjalani proses hukum di KPK maupun di pengadilan. Proses tersebut, kata Syafruddin, telah dituang‎kannya dalam sebuah buku.

"Saya mau jelaskan, selama saya di sini saya menulis buku menjelaskan tentang ini (buku -red), latar belakang kasus ini, buku ini saya tulis dengan tulisan tangan saya di dalam. Bagaimana masalah BLBI itu sendiri, saya jelaskan prosesnya," ucapnya.

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) menerima upaya hukum kasasi yang diajukan oleh Syafruddin Arsyad Temenggung terkait perkara dugaan korupsi penerbitan SKL BLBI terhadap obligor BDNI.

Majelis hakim melepas segala tuntutan yang dilayangkan oleh Jaksa penuntut umum pada ‎KPK. Hakim juga meminta agar Syafruddin dibebaskan dari penjara KPK dan memulihkan hak serta martabat mantan Kepala BPPN tersebut.


Baca Juga : MA Lepas Syafruddin, KPK Tegaskan Tetap Usut Perkara Korupsi BLBI

Vonis kasasi Syafruddin diputus oleh Ketua Majelis Hakim Salman Luthan dan dua anggota majelisnya yakni, Syamsul Rakan Chaniago dan Mohamad Askin. Namun, terdapat dissenting opinion (perbedaan pendapat) dalam putusan tersebut.

Perbedaan pendapat putusan tersebut terjadi antara Ketua Majelis Hakim dengan dua anggotanya. Ketua Majelis Salman sepakat dengan putusan di tingkat banding. Sementara dua anggotanya menyatakan bahwa perbuatan Syafruddin bukan tindak pidana


Baca Juga : Pasca-Putusan MA, Syafruddin Temenggung Bebas dari Penjara KPK

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini