Pasca-Putusan MA, Kuasa Hukum Minta Syafruddin Dibebaskan Malam Ini

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 09 Juli 2019 17:51 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 09 337 2076697 pasca-putusan-ma-kuasa-hukum-minta-syafruddin-dibebaskan-malam-ini-RRhdBdpJxR.jpg Ahmad Yani, kuasa hukum Arsyad Temenggung (Foto: Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Sejumlah tim kuasa hukum Syafruddin Arsyad Temenggung menyambangi Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berada di belakang Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, pada sore hari ini.

Sejumlah tim kuasa hukum Syafruddin yang datang yakni, Ahmad Yani dan Hasbullah. Kedatangan mereka ke Rutan KPK untuk menjemput Syafruddin setelah adanya putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA).

Baca Juga: MA Lepas Syafruddin di Kasus BLBI, KPK: Aneh bin Ajaib 

Ahmad Yani meminta agar KPK segera membebaskan Syafruddin pada malam ini. Sebab, MA telah menerima kasasi yang diajukan Syafruddin. Dalam putusannya, MA juga memerintahkan untuk ‎segera membebaskan Syafruddin dari penjara.

"Menurut aturan legalitasnya, apapun keputusan itu memang harus atau wajib dia (Syafruddin) dikeluarkan dengan masa penahanannya habis. Kalau biasa kan itu kan yang tidak boleh lagi yang dilakukan penahanan," kata Yani di belakang Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (9/7/2019).

 Syafruddin

Menurut Yani, jika merujuk pada aturan yang berlaku, penahanan Syafruddin akan berakhir pada malam ini. Yani dan tim kuasa hukum lainnya akan segera berkoordinasi dengan tim Jaksa KPK untuk proses pembebasan Syafruddin.

"Kita berharap bahwa memang masa penahanannya memang berakhir seperti itu jadi ya kita menunggu saya batas akhir jam 12, ya jam 00, lebih baik kalau memang lebih cepat bisa lebih bagus juga," katanya.

Baca Juga: Kasasi Syafruddin Temenggung Dikabulkan MA, Kuasa Hukum Sambangi Rutan KPK 

Sebelumnya, Majelis Hakim MA menerima kasasi yang diajukan oleh mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Temenggung terkait perkara dugaan korupsi penerbitan SKL BLBI terhadap obligor BDNI.

Majelis hakim melepas segala tuntutan yang dilayangkan oleh Jaksa penuntut umum pada KPK. Hakim juga meminta agar Syafruddin dibebaskan dari penjara KPK dan memulihkan hak serta martabat mantan Kepala BPPN tersebut.

Vonis tersebut diputus oleh Ketua Majelis Hakim Salman Luthan dan dua anggota majelis yakni, Syamsul Rakan Chaniago dan Mohamad Askin. Namun, terdapat dissenting opinion atau perbedaan pendapat dalam putusan tersebut.

Perbedaan pendapat putusan tersebut terjadi antara Ketua Majelis Hakim dengan dua anggotanya. Ketua Majelis Salman sepakat dengan putusan di tingkat banding. Sementara dua anggotanya menyatakan bahwa perbuatan Syafruddin bukan tindak pidana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini