nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

MA Lepas Syafruddin di Kasus BLBI, KPK: Aneh bin Ajaib

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 09 Juli 2019 17:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 09 337 2076673 ma-lepas-syafruddin-di-kasus-blbi-kpk-aneh-bin-ajaib-e8fxL91ZhI.jpg Wakil Ketua KPK Laode M Syarief (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mahkamah Agung (MA) menerima kasasi yang diajukan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Temenggung terkait perkara dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI) terhadap obligor Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI).

Majelis hakim melepas segala tuntutan yang dilayangkan jaksa penuntut umum pada ‎Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hakim juga meminta Syafruddin dibebaskan dari penjara KPK dan memulihkan hak serta martabat mantan kepala BPPN tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief menghormati putusan MA. Kendati, Syarief mengaku kaget dan menyatakan bahwa putusan tersebut aneh bin ajaib.

"‎KPK merasa kaget karena putusan ini 'aneh bin ajaib' karena bertentangan dengan putusan hakim PN (Pengadilan Negeri) dan PT (Pengadilan Tinggi)," kata Syarief kepada Okezone, Selasa (9/7/2019).

Baca Juga: Kasasi Syafruddin Temenggung Dikabulkan MA, Kuasa Hukum Sambangi Rutan KPK 

Adapun vonis kasasi Syafruddin diputus oleh Ketua Majelis Hakim Salman Luthan dan dua anggota majelis yakni, Syamsul Rakan Chaniago dan Mohamad Askin. Namun, terdapat dissenting opinion (perbedaan pendapat) dalam putusan tersebut.

Arsyad Temenggung

Perbedaan pendapat putusan tersebut terjadi antara ketua majelis hakim dengan dua anggotanya. Ketua Majelis Hakim Salman sepakat dengan putusan di tingkat banding. Sementara dua anggotanya menyatakan bahwa perbuatan Syafruddin bukan tindak pidana.

‎Menurut Syarief, perbedaan pendapat ketiga hakim MA yang memutus kasasi Syafruddin aneh. Sebab, dalam pertimbangannya, kata Syarief, ketiga hakim menyepakati bahwa perbuatan Syafruddin sesuai dengan dakwaan Jaksa KPK, tapi justru ada perbedaan pendapat dalam memutus.

"Ketiga hakim kasasi berpendapat bahwa Syafruddin Arsyad Tumenggung dianggap terbukti melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan kepadanya, tapi para hakim MA berbeda pendapat bahwa perbuatan terdakwa. Ketiga pendapat yang berbeda seperti ini mungkin baru kali ini terjadi," tuturnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini