nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bareskrim Polri Bongkar Peredaran Narkoba Jaringan Malaysia-Indonesia

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 09 Juli 2019 16:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 09 337 2076643 bareskrim-polri-bongkar-peredaran-narkoba-jaringan-malaysia-indonesia-via-jalinsum-dg9hyxuOfF.jpg Bareskrim Polri Bongkar Peredaran Narkoba Jaringan Malaysia-Indonesia via Jalinsum (foto: Puteranegara Batubara/Okezone)

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana (Dit Tipid) Narkoba Bareskrim Polri mengungkap jaringan internasional pengedar narkotika asal Malaysia-Indonesia. Peredaran bisnis haram itu melalui Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum).

Wadirtipid Narkoba Polri Kombes Krisno Siregar mengungkapkan, dalam operasi yang digelar beberapa kali itu, pihaknya mengamankan narkoba jenis Sabu sebanyak 50 kilogram. Barang itu merupakan jaringan asal Malaysia-Bengkalis-Pekanbaru-Jakarta.

Baca Juga: Polda Jambi Musnahkan Narkoba Senilai Rp10 Miliar 

"Mereka masuk lewat Lintas Sumatera, mobil Xenia plat BK artinya dari Medan, menuju sana. Sempat kejadiannya dinihari pukul 01.00 WIB sampai 04.00 WIB pagi, sempat terjadi kejar-kejaran di jalan tersebut," kata Krisno di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/7/2019).

Krisno merinci, pengungkapan tersebut berawal dari penghadangan mobil pembawa sabu pada 18 Juni 2019 di kawasan Bengkalis, Riau. Namun, kendaraan tersebut berhasil lolos.

Penyidik mendapati informasi dari warga bahwa ada sejumlah barang bukti sabu yang dibuang dari mobil tersebut ke selokan. Pengejaran dilakukan hingga kendaraan tersebut diketemukan di dalam hutan.

Bareskrim Polri Bongkar Peredaran Narkoba Jaringan Malaysia-Indonesia via Jalinsum (Puteranegara)	 

Pada 19 Juni, tim berhasil meringkus satu tersangka berinisial JO yang bersembunyi di dalam hutan. Pengembangan pun berlanjut hingga penyidik menangkap RO yang menyerahkan diri lantaran dibujuk oleh JO.

Control delivery pun dilakukan. Pada 21 Juni 2019, tim meringkus tersangka AW di sebuah hotel kawasan Pekanbaru, Riau. Dia mengaku akan membawa sabu dari Pekanbaru ke Jakarta dengan dibantu tersangka lainnya, KTR dan DN.

Penyidik pun menciduk KTR dan DN di dalam sebuah bus yang berada di Jalan Lintas Timur, Indragiri Hulu, Riau. Selanjutnya, petugas segera menangkap tersangka WW yang mengendalikan di Jakarta.

"Ini yang pertama, 22 kilogram sabu dan 10 ribu butir ekstasi di Bengkalis, Riau. Ada enam tersangka yang kami tangkap berkelanjutan," ucap Krisno.

Dari rangkaian penangkapan tersebut, penyidik sampai kepada informasi adanya jaringan narkoba Malaysia-Dumai-Medan yang sedang beraksi di sekitaran Pelabuhan Dumai. Tim pun melakukan penyisiran kendaraan dan orang yang dicurigai sebagai pemain barang haram itu.

Baca Juga: Kurir Sabu Jaringan Internasional Tewas Ditabrak Truk saat Berupaya Kabur 

Masuk Jumat 28 Juni 2019, penyidik melakukan penghadangan sebuah mobil di Jalan Raya Gatot Subroto, Kota Dumai, Riau. Kendaraan tersebut berupaya menerobos dan terjadi aksi kejar-kejaran di jalur Lintas Sumatera tersebut.

"Mobil yang kami kejar sempat terbalik dan meledak. Beruntung yang bersangkutan (tersangka) hidup," ujar Krisno.

Saat digeledah, tersangka berinsial AK membawa 50 kilogram sabu yang dipecah dalam tiga buah tas.

Atas perbuatannya, para tersangka yang berhasil diamankan terancam hukuman maksimal pidana mati atau kurungan penjara seumur hidup. (fid)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini