nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kadiv Humas Polri Santai Tanggapi Laporan Kivlan Zen ke Propam

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 09 Juli 2019 11:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 09 337 2076463 kadiv-humas-polri-santai-tanggapi-laporan-kivlan-zen-ke-propam-ew59SRBc6M.jpg Kepala Divisi Humas (Kadiv Humas) Mabes Polri Irjen M Iqbal (foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal santai menanggapi pelaporan dirinya ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) oleh kubu tersangka kasus dugaan percobaan pembunuhan 4 tokoh nasional, Kivlan Zen.

"Itu memang jalur yang benar, silakan melaporkan dugaan apapun yang dilakukan oleh anggota kepolisian. Termasuk saya selaku Kadiv Humas menyampaikan informasi. Kami serahkan kepada Propam," kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/7/2019).

Baca Juga: Kivlan Zen Laporkan Kadiv Humas Polri ke Propam 

Diduga Makar, Kivlan Zein Diperiksa Bareskrim Polri

Laporan ke Propam Polri itu dilakukan oleh kuasa hukum Kivlan Zen, Tonin Tachta Singarimbun. Menurutnya, Iqbal dituding telah menyebarkan berita bohong atau hoaks. Dalam hal ini, Tonin juga melaporkan Wadir Krimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary dan Kompol Pratomo Widodo.

Di sisi lain, Iqbal menjelaskan, sampai saat ini, polisi belum mengabulkan penangguhan penahanan terhadap Kivlan. Menurut Iqbal hal itu merupakan subjektivitas dari para penyidik.

"Penangguhan penahanan itu hak subjektif daripada penyidik. Jadi penyidik berwenang untuk mengabulkan dan tidak. Tidak dikabulkan menurut penyidik tida kooperatif," jelas Iqbal.

Sekadar diketahui, Kivlan Zen disebut-sebut menerima uang Rp150 juta dari Politikus PPP Habil Marati. Kemudian, setelah diterima uang itu langsung diserahkan kepada tersangka kasus pembunuhan empat tokoh, Iwan Kurniawan alias Helmi Kurniawan (HK) untuk membeli senjata laras panjang dan pendek.

Senjata itu disinyalir akan digunakan untuk melancarkan aksi pembuhan terhadap empat tokoh nasional tersebut. Namun, hal itu dibantah oleh pihak Kivlan Zen dan Habil.

Baca Juga: Kuasa Hukum Kivlan Zen Keberatan Sidang Praperadilan Ditunda hingga 22 Juli 2019


(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini