nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Periksa Bos PT MRA Terkait Korupsi Pesawat Garuda

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 09 Juli 2019 10:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 09 337 2076452 kpk-periksa-bos-pt-mra-terkait-korupsi-pesawat-garuda-ohwRWRzOJy.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - ‎Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap mantan Direktur PT Mugi Rekso Abadi (MRA), Soetikno Soedarjo, pada hari ini. Beneficial Owner Connaught International Pte. Ltd tersebut akan diperiksa sebagai t‎ersangka kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat ‎milik PT Garuda Indonesia dari Rolls Royce periode 2004-2015.

"SS (Soetikno Soedarjo) diperiksa sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (9/7/2019).

Pantauan Okezone, Soetikno sudah memenuhi panggilan pemeriksaannya sebagai tersangka pada pagi hari ini. Belum diketahui, apakah KPK akan melakukan penahanan terhadap Soetikno atau tidak.

Baca Juga: KPK Terus Gali Peran Bos MRA Soetikno Soedarjo di Korupsi Garuda 

KPK sendiri sebelumnya telah menetapkan mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, dan Beneficial Owner Connaught International, Soetikno Soedarjo sebagai tersangka kasus dugaan suap pembelian pesawat dan mesin pesawat Airbus 330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan mesin raksasa di dunia Rolls Royce.

KPK 

Namun demikian, kedua tersangka tersebut belum dilakukan penahanan sejak ditetapkan sebagai tersangka pada ‎16 Januari 2017. ‎Soetikno terakhir kali diperiksa pada 28 Februari 2017. Saat itu, Soetikno diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Emirsyah.‎

Sementara itu, Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief pernah memastikan bahwa kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat milik PT Garuda Indonesia sudah dirampungkan. Saat ini, berkas perkaranya tinggal dilimpahkan ke tahap penuntutan.

"Kalau kasus Garuda sih itu sudah selesai tinggal pelimpahan saja jadi itu saya anggap selesai Garuda," kata Syarief, beberapa waktu lalu.

Syarief menjelaskan lamanya proses penyidikan dalam perkara ini. Sebab, dari beberapa barang bukti yang diperoleh KPK, ada sejumlah dokumen yang berbahasa Inggris. Sehingga, perlu penerjemahan ke dalam bahasa Indonesia.

"Bukti yang kami dapat itu berkasnya tebal, habis itu semua buktinya dalam bahasa Inggris, kalau bahasa Indonesia sebenaranya sudah lama jadi," ujarnya.

Selain lantaran bukti-bukti kasus tersebut berbahasa asing, penanganan kasus ini juga dilakukan bersama-sama dengan penegak hukum asing seperti Chief Financial Officer (CFO) dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB).

"Jadi, harus diterjemahkan bukti-buktinya itu, kan ini investigasi bersama CFO dan CPIP Singapura," kata Syarief.

Baca Juga: KPK Segera Rampungkan Kasus Suap Eks Dirut Garuda Emirsyah Satar 

Dalam perkara ini, Emirsyah diduga telah menerima suap dari perusahaan mesin Rolls Royce terkait dengan pengadaan mesin A330-300. Suap tersebut diberikan Rolls Royce kepada Emirsyah dalam bentuk uang dan barang melalui perantara Soetikno Soedarjo.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini