nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Periksa Inneke Koesherawati, KPK Selisik Aktivitas PT Merial Esa

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 08 Juli 2019 20:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 08 337 2076260 periksa-inneke-koesherawati-kpk-selisik-aktivitas-pt-merial-esa-MvLB2HlBCc.jpg

JAKARTA - ‎Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa aktris lawas, Inneke Koesherawati. Dia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pembahasan dan pengesahan anggaran proyek Badan Keamanan Laut (Bakamla) yang menyeret PT Merial Esa.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, penyidik menggali keterangan Inneke terkait aktivitas PT Merial Esa. Diketahui, suami Inneke, Fahmi Darmawansyah merupakan salah satu pemilik PT Merial Esa.

‎"Penyidik mendalami pengetahuan saksi terkait dengan apa yang ia ketahui tentang aktivitas perusahaan terkait dengan perkara ini," kata Febri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (8/7/2019).

Ilustrasi KPK

Inneke disinyalir mengetahui ihwal kebijakan-kebijakan PT Merial Esa. Khususnya, terkait keputusan perusahaan milik Fahmi dalam menggarap proyek tersebut.

"Karena kasus ini adalah kasus dengan tersangka korporasi maka tentu kami fokus pada apa saja yang di ketahui atau apa saja yang dilakukan terkait dengan aktivitas perusahaan dalam perkara ini," pungkasnya.

KPK sendiri telah menetapkan PT Merial Esa (ME) sebagai tersangka korporasi di kasus dugaan suap terkait proses pembahasan dan pengesahan anggaran proyek pada Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Baca Juga: Inneke Koesherawati Penuhi Panggilan Ulang Pemeriksaan KPK

PT Merial Esa diduga secara bersama-sama atau memberikan serta menjanjikan sesuatu kepada penyelenggara negara terkait dengan proses pembahasan dan pengesahan anggaran dalam APBN‎-P tahun 2016 untuk Bakamla.

Dalam perkara ini, Komisaris PT ME, Erwin Sya'af Arief yang sudah ditetapkan tersangka diduga berkomunikasi dengan Anggota Komisi I DPR RI‎, Fayakhun Andriadi mengupayakan agar proyek satelit monitoring (satmon) di Bakamla masuk dalam APBN-P 2016.

Erwin menjanjikan fee tambahan untuk Fayakhun Andriadi jika berhasil meloloskan permintaannya. Total komitmen fee dalam proyek ini yaitu 7 persen, dimana 1 persennya diperuntukkan Fayakhun Andriadi.

Sebagai realisasi commitment fee, Direktur PT ME, Fahmi Darmawansyah, memberikan uang kepada Fayakhun Andriadi sebesar USD911.480 atau setara sekitar Rp12 miliar yang dikirim secara bertahap sebanyak empat kali melalui rekening di Singapura dan GuangZhou China.

Atas perbuatannya, PT Merial Esa disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 ‎Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini