KPK Minta MA Tolak Kasasi Syafruddin Terkait Korupsi BLBI

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 08 Juli 2019 16:59 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 08 337 2076155 kpk-minta-ma-tolak-kasasi-syafruddin-terkait-korupsi-blbi-UTJKwF7nxt.jpg Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta agar Mahkamah Agung (MA) menolak upaya hukum kasasi yang diajukan oleh mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Temenggung.

Kasasi tersebut diajukan Syafruddin ke MA karena tidak terima atas putusan perkara korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) terhadap obligor Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) di tingkat banding.‎

‎"Penuntut Umum KPK meminta pada Majelis Hakim Kasasi dalam perkara ini untuk menolak Kasasi yang diajukan oleh pihak terdakwa tersebut," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (8/7/2019).

Saat ini, KPK masih menunggu MA untuk memutus kasasi yang diajukan oleh Syafruddin Arsyad Temenggung. Sebab, masa penahanan Syafruddin di tingkat kasasi akan berakhir pada Selasa, 9 Mei 2019, besok.

Ilustrasi KPK

"Sesuai dengan jadwal yang ada, besok Selasa, 9 Juli 2019 merupakan hari terakhir masa penahanan terhadap terdakwa di tingkat Kasasi di Mahkamah Agung," ucapnya.

Sebelumnya, KPK menerima putusan terkait perkara penerbitan SKL BLBI di tingkat banding atau Pengadilan Tinggi (PT) DKI. Menurut Febri, putusan di tingkat banding telah mengakomodir seluruh argumentasi KPK dan fakta yang muncul di sidang. Sehingga, KPK tidak mengajukan Kasasi.

"Namun, karena pihak terdakwa mengajukan Kasasi maka KPK menghadapinya dengan menyampaikan kontra memori Kasasi tertanggal 18 Februari 2019," imbuhnya.

Febri menekankan bahwa pihaknya mempercayai independensi dan imparsialitas Mahkamah Agung dalam memutus perkara ini. Pasalnya, kasus ini merugikan negara hingga triliunan rupiah dan sudah menjadi perhatian publik.

"Kami yakin kasus BLBI yang menjadi perhatian publik ini diproses dengan sangat hati-hati, mulai dari proses Penyelidikan, Penyidikan, hingga rangkaian tahapan di persidangan," terangnya.‎

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini