nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kuasa Hukum Kivlan Zen Keberatan Sidang Praperadilan Ditunda hingga 22 Juli 2019

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Senin 08 Juli 2019 16:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 08 337 2076137 kuasa-hukum-kivlan-zen-keberatan-sidang-praperadilan-ditunda-hingga-22-juli-2019-uSFBNu0J1X.jpg Kivlan Zen. (Foto : Arif Julianto/Okezone)

JAKARTA – Kuasa hukum Kivlan Zen, Tonin Tachta Singarimbun, sempat bersitegang dengan majelis hakim saat jalannya sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Hal tersebut terjadi karena Tonin tidak setuju ketika Hakim Ketua Achmad Guntur memutuskan menunda sidang praperadilan hingga Senin, 22 Juli 2019, lantaran pihak termohon yakni Polda Metro Jaya tidak hadir.

Awalnya, Tonin menginginkan sidang praperadilan lanjutan digelar pada Rabu, 10 Juli 2019. Namun, Hakim Ketua menjelaskan dalam peraturannya sidang lanjutan bisa digelar setelah 3 hari, yakni Jumat, 12 Juli 2019.

Kendati demikian, Guntur harus mengundur sidang praperadilan Kivlan Zen dikarenakan dirinya harus menyelesaikan sidang-sidang yang lainnya hingga Jumat pekan depan, 22 Juli 2019.

Mendengar keputusan Hakim Ketua tersebut, Tonin pun merasa keberatan. Ia sempat memohon agar sidang praperadilan tidak ditunda selama itu dan dipercepat.

"Kami mohon yang mulia, kami mohon sekali. Kalau bisa nangis, nangis yang mulia," ujar Tonin di muka persidangan.

Sidang praperadilan Kivlan Zen ditunda. (Foto : Sarah Hutagaol/Okezone)

"Saya ini sidang tidak hanya 1. Apalagi saya, saya juga melayani teman-teman. Seandainya badan saya 4 ya saya bagi 4. Usulan boleh tapi apa boleh buat karena sudah saya jadwalkan perkara 69," balas Guntur.

Tonin bersikeras agar sidang praperadilan dipercepat lantaran mengingat masa tahanan Kivlan Zen akan segera berakhir dan dikhawatirkan berkas kliennya akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan.

"Kalau sudah 2 minggu lagi kepentingannya sudah hilang yang mulia," ucap Tonin.


Baca Juga : Sidang Praperadilan Kivlan Zen Ditunda hingga 22 Juli 2019

"Ya itu bukan urusan saya," tutur Guntur.

Seperti diketahui sebelumnya, Kivlan Zen mengajukan praperadilan untuk menggugat pihak Polda Metro Jaya. Dalam gugatannya itu, ia merasa tidak terima dengan status tersangka atas kasus kepemilikan senjata api.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini