nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPU Ragu Bisa Penuhi Saran DPR Perpendek Waktu Kampanye Pilkada 2020

Antara, Jurnalis · Senin 08 Juli 2019 16:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 08 337 2076130 kpu-ragu-bisa-penuhi-saran-dpr-perpendek-waktu-kampanye-pilkada-2020-oR1Fn2PoiV.jpeg Ketua KPU Arief Budiman (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan keraguan untuk bisa memenuhi permintaan Komisi II DPR RI agar memperpendek waktu kampanye Pilkada serentak 2020.

“Sebetulnya ini sudah menghitung banyak hal ya. Saya enggak tahu mungkin untuk dimampatkan lagi atau tidak, tapi nanti dicoba akan kita cek dulu,” ujar Arief Budiman usai rapat dengar pendapat (RDP) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta seperti dikutip Antaranews, Senin (8/7/2019).

Baca Juga: Komisi II DPR Kritik KPU soal Waktu Kampanye Pilkada 2020 

Menurutnya, penetapan rentang waktu kampanye selama 81 hari mempertimbangkan banyak faktor dimulai dari sengketa penetapan calon, logistik Pilkada, sosialisasi calon. “Setelah calon ditetapkan tidak ada yang bisa memastikan jangan-jangan nanti ada yang bersengketa. Kemudian, kebutuhan logistik kita butuh berapa lama kalau bisa dimampatkan berapa lama,” ujarnya.

 RDP Komisi II dengan KPU

Sebenarnya jarak antara sejak ditetapkan hingga dimulainya masa kampanye, lanjut Arief, sampai dengan hari pemungutan suara waktu yang tersedia tidak lebih dari tiga bulan.

“Kalau enggak salah 28 Juni (2020) sudah penetapan dan tiga hari setelah itu kampanye harus segera dimulai,” kata Arief.

Sebelumnya, pada RDP yang berlangsung sejak pukul 11.00 WIB tersebut, Komisi II DPR mengkritik waktu kampanye Pilkada 2020 yang ditetapkan KPU dan meminta agar waktu kampanye dipersingkat.

“Jujur saya katakan ini patut dipertimbangkan. Bagi calon ini akan lama banget. Perhatikan dengan serius ya,” kata anggota Komisi II DPR RI Dadang S Muchtar disela-sela RDP.

Baca Juga: Pilkada 2020 Digelar 23 September, Serentak di 9 Provinsi, 224 Kabupaten & 37 Kota 

Sementara itu, KPU akan menyelenggarakan pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota yang diikuti 270 daerah, dengan rincian sembilan pemilihan gubernur, 224 pemilihan bupati, dan 37 pemilihan wali kota pada September 2020 mendatang.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini