nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Perdagangan Orang, Polri Ungkap Penganiayaan WNI di Arab Saudi

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Minggu 07 Juli 2019 16:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 07 337 2075736 kasus-perdagangan-orang-polri-ungkap-penganiayaan-wni-di-arab-saudi-l7O4fCw9oB.jpg ilustrasi

JAKARTA - Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri mengungkap kasus dugaan penganiayaan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) bernama Tasini di Arab Saudi.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Nico Afinta mengatakan Tim Satgas TPPO berhasil membongkar kasus ini berdasarkan informasi dari Kementerian Ketenagakerjaan RI tentang adanya pemulangan PMI bernama Tasini dari Arab Saudi ke Indonesia pada 3 Juli 2019.

“Menurut informasi bahwa PMI saat dipulangkan ke Indonesia dengan kondisi terdapat luka diduga akibat penganiayaan saat bekerja di Arab Saudi. Saat ini korban belum bisa diambil keterangan karena masih dalam kondisi sakit dan memprihatinkan,” kata Nico dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (7/7/2019).

Kemudian, Nico menjelaskan Tim Satgas TPPO melakukan penyelidikan guna mencari keberadaan korban Tasini karena informasinya sudah dirawat di RSUD Majalengka, Jawa Barat akibat mengalami luka di sekujur tubuhnya.

“Korban Tasini dipulangkan dari Arab pada Kamis 4 Juli 2019 tanpa melalui KBRI ke Indonesia dengan kondisi luka-luka diduga akibat penganiayaan saat bekerja di Arab Saudi,” ucap Nico.

WNI alami penganiayaan di Arab Saudi (Foto: Polri)

Baca Juga: Cerita di Balik Whatsapp Group Sutopo Tentang Informasi Bencana

Baca Juga: Kebakaran di Tambora Jakbar Hanguskan Bengkel hingga Laboratorium Komputer

Menurut dia, Tasini direkrut oleh tersangka H. Mamun di daerah Majalengka pada Mei 2018 untuk dijadikan pembantu rumah tangga di Arab Saudi. Kemudian, Tasini dikirim kepada pelaku agen bernama Faisal yang dibantu oleh Andi.

“Korban dilakukan cek up medical dan diberikan uang fee oleh H. Mamun sebesar Rp6.000.000,” tutur Nico.

Nico menjelaskan agen atau pemodal Faisal dalam merekrut dan mengirim Tasini ke Arab dibantu oleh Andi. Sedangkan, pengurusan visa korban dilakukan Faisal yang pernah bekerja di PT Haena Duta Cemerlang.

“Setelah visa milik korban terbit, H. Mamun lalu menyerahkan Tasini ke Andi dan Faisal untuk diberangkatkan ke Arab Saudi,” katanya.

Tim Satgas TPPO berhasil menangkap pelaku Mamun yang berperan sebagai perekrut korban di Majalengka. Kemudian, tersangka Faisal ditangkap di Cibitung, Jawa Barat.

“Faisal perannya sebagai agen, pemodal, mengurus visa, tiket dan mengirim korban ke Arab Saudi,” ujar Nico.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini