Sutopo Purwo Nugroho: Orang Boyolali yang Tak Mau Menyerah Mengabarkan Bencana

Qur'anul Hidayat, Okezone · Minggu 07 Juli 2019 08:52 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 07 337 2075629 sutopo-purwo-nugroho-orang-boyolali-yang-tak-mau-menyerah-mengabarkan-bencana-llQCet8Gl4.jpg Sutopo Purwo Nugroho.

INDONESIA kehilangan salah satu putra terbaiknya, Sutopo Purwo Nugroho. Pria yang dikenal sangat menjiwai pekerjaannya sebagai Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB itu meninggal dunia di Guangzhou, China dini hari tadi, Minggu 7 Juli 2019 di usia 49 tahun.

Selama masa tugasnya, Sutopo menginspirasi banyak orang karena semangatnya tetap menjalankan tugas di tengah kanker paru-paru yang dideritanya. Berbagai peristiwa bencana tetap disebar olehnya ke kalangan wartawan dan lewat media sosial di tengah proses pengobatan.

Melansir dari Wikipedia, Sutopo lahir di Boyolali, Jawa Tengah, 7 Oktober 1969. Ia merupakan anak pertama Suharsono Harsosaputro dan Sri Roosmandari. Pendidikan SD, SMP, dan SMA ditempuhnya di kampung halamannya.

Sutopo dan keluarga

Sutopo memperoleh gelar S1 geografi di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1993 sebagai lulusan terbaik pada tahun tersebut. Selanjutnya ia mendapatkan gelar S2 dan S3 di bidang hidrologi di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Sutopo kemudian mulai bekerja di BPPT pada 1994. Ia bekerja pada bidang penyemaian awan. Perlahan-lahan, ia mulai naik pangkat ke Peneliti Senior Utama (IV/e).

Baca juga: BNPB Sangat Kehilangan atas Kepergian Sutopo Purwo Nugroho

Kemudian, ia membantu BNPB sebelum bekerja secara penuh di sana pada Agustus 2010. Awalnya Sutopo bekerja pada Direktur Pengurangan Risiko Bencana. Di bulan-bulan pertama ia bekerja, terjadi bencana-bencana terkenal yang menerjang Indonesia seperti banjir di Wasior, gempa bumi dan tsunami di Mentawai dan erupsi Gunung Merapi. Ia kemudian menjadi Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB di November pada tahun yang sama.

Bahkan karena dikenal aktif memberitakan bencana di media sosial ketika sedang berlangsung, The Straits Times menyebutnya sebagai "pejabat Indonesia yang paling sering dikutip dalam berita selama bencana berlangsung". Ia menjadi salah satu nama yang disebut dalam daftar 'The First Responders'.

Sutopo menikah dengan Retno Utami Yulianingsih dan mereka memiliki 4 orang anak.

Pada Januari 2018, Sutopo mengumumkan bahwa ia mengidap kanker paru-paru stadium IV dan masih berada di bawah tahap perawatan. Keluarga dan dokternya telah memintanya untuk berhenti beraktivitas, namun ia menolak, meskipun sakit. Karenanya ia juga terpaksa pakai morfin. Ia juga masih tetap bersemangat dan tak pernah surut, terutama jika berbicara dengan wartawan.

Sutopo Purwo Nugroho

Ia diketahui masih aktif memantau bencana di media sosial, menyediakan informasi, dalam berbagai kejadian, serupa tenggelamnya KM Sinar Bangun dan gempa Lombok pada 2018.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini