nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Brimob Emosi karena Komandannya Terkena Panah Beracun saat Aksi 21-22 Mei

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 05 Juli 2019 19:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 05 337 2075187 brimob-emosi-karena-komandannya-terkena-panah-beracun-saat-aksi-21-22-mei-7Lhv3hAhVO.jpg Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo (foto: Feri Usman/Okezone)

JAKARTA - Mabes Polri menjatuhkan sanksi terhadap 10 personel Brimob Nusantara yang diduga melakukan kesalahan prosedur, dalam melakukan proses pengamanan pada saat terjadinya kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Kampung Bali, Jakarta Pusat.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, dugaan pelanggaran itu terjadi lantaran mereka terpancing emosinya ketika melihat komandan satuannya tertembak panah oleh perusuh.

"Terkait masalah ini Kejadian di Kampung Bali ini berawal tindakan spontanitas oleh anggota Polri dari Polda Brimob Nusantara melakukan tindakan secara spontan yang dipicu dari ada komandannya kompi dipanah beracun. Terkena panah beracun," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2019).

 Baca juga: 9 Pelaku Pembakaran Pos Polisi saat Kerusuhan 21-22 Mei Ditangkap

Aksi 22 Mei

Beruntungnya, komandan satuan yang tertembak panah beracun itu tidak sempat menembus badannya. Mengingat, dalam proses penjagaan polisi mengenakan rompi anti peluru yang cukup tebal.

"Melihat komandannya diserang maka Karena itu secara spontan anggota melakukan pencarian siapa yang melakukan tindakan tersebut," ujar Dedi.

 Baca juga: Polisi Sebut 2 Korban Kerusuhan 21-22 Mei Tewas Ditembak dari Jarak Dekat

Kendati begitu, pelaku yang menembakan panah sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian saat ini. Pelaku sendiri bernama Andri alias Bibir dan Markus.

"Pelakunya adalah antara Andi Bibir dan Markus. Untuk Markus mulai stabil dirawat di RS Bhayangkara," tutur Dedi.

 Aksi 22 Mei

Sanksi terhadap 10 kepolisian itu berupa hukuman disiplin dan administrasi. Nantinya, kata Dedi, polisi itu akan menjalani hukuman setelah dikembalikan pada daerahnya masing-masing.

"Dari 10 dijatuhi hukuman disiplin berupa penahanan di ruang khusus 21 hari nanti akan laksanakan hukumannya setelah anggota tsb kembali ke Polda setempat," ucap Dedi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini