nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bantu Ungkap Kasus 1MDB, 35 Penyidik Bareskrim Polri Dapat Penghargaan dari FBI

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 05 Juli 2019 19:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 05 337 2075185 bantu-ungkap-kasus-1mdb-35-penyidik-bareskrim-polri-dapat-penghargaan-dari-fbi-Rz0b6Dlq61.jpg Penyerahan penghargaan dari FBI ke penyidik Bareskrim Polri (Putera/Okezone)

JAKARTA - Eks Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dir Tipideksus) Bareskrim Polri Irjen Agung Setya bersama 35 penyidik diganjar penghargaan dari Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat.

Reward itu diberikan atas keberhasilan para penyidik dalam membantu mengungkap kasus korupsi lembaga investasi Malaysia atau 1MDB yang menyeret mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

Penghargaan itu diberikan langsung oleh Deputi Direktur FBI David L Bowdich kepada Agung bersama timnya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2019).

Di sela acara, FBI dan Polri juga meneken MoU tentang kerja sama dalam pembangunan kapasitas, mencegah dan memerangi kejahatan transnasional.

Dalam pidatonya, Kabareskrim Komjen Idham Azis merasa terhormat atas penghargaan yang diberikan FBI kepada Agung dan 34 penyidik Bareskrim. Penandatanganan ini juga menunjukkan komitmen kuat kepolisian untuk melanjutkan kerja sama dan kolaborasi kami dalam memerangi musuh.MoU POlri-FBI

"Seperti yang kami ketahui, kejahatan tumbuh secara masif dengan tipe baru, modus operandi baru, sindikat baru, yang terjadi tidak hanya di satu negara tetapi juga melibatkan negara lain," kata Idham.

Baca juga: Kapal Mewah yang Jadi Barang Bukti Kasus 1MDB Akan Dikembalikan ke Malaysia

Sementara itu, Agung yang kini menjabat Deputi Siber Badan Intelijen Negara (BIN) mengapresiasi FBI. Dia merasa semua tim bekerja sama dengan baik sehingga bisa membantu pengungkapan kejahatan transnasional itu.

Baca juga: Kapal Seharga Rp3,5 Triliun Terkait Suap 1MDB yang Disita di Indonesia Akan Dilelang

"Teman-teman penyidikan Equanimity, diapresiasi oleh FBI atas kerja sama yang baik. Penghargaan itu berupa sertifikat," kata Agung.

Sebagaimana diketahui, pada Februari 2018, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim menyita kapal pesiar Equaminity bernilai Rp3,8 triliun. Penyitaan itu dilakukan atas permintaan FBI dalam rangka penyelidikan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Kasus ini menyeret mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dalam korupsi miliaran dolar proyek dana investasi pemerintah Malaysia yang dikenal sebagai 1 Malaysia Development Berhad (1MDB).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini