nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahfud MD: Saat Ini Sedang Menggejala Kasus Hukum Sudah Selesai Tapi Diungkit Lagi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 05 Juli 2019 11:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 05 337 2074945 mahfud-md-saat-ini-sedang-menggejala-kasus-hukum-sudah-selesai-tapi-diungkit-lagi-H6dKPq3L6d.jpg Mahfud MD. (Foto: Arie Dwi/Okezone)

JAKARTA – Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD mengingatkan bahwa hal yang paling penting dalam merajut masa depan Indonesia dan menguatkan nasionalisme adalah bagaimana menegakkan hukum dan keadilan. Hal itu disampaikannya dalam dialog "Merajut Masa Depan Indonesia", Kamis 4 Juli 2019.

"Saya selalu mengatakan dan berkeyakinan, kalau hukum dan keadilan bisa ditegakkan dengan baik, lebih dari 50% persoalan kita selesai, sisanya itu ad-hoc,” ujar Mahfud saat berbicara dalam acara yang digagas United in Diversity (UID).

Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila itu mengatakan, saat ini berbagai sektor rusak karena terdapat banyak pelanggaran hukumnya dan korupsi. Ironisnya lagi, orang yang seharusnya memberantas korupsi malah ada yang ikut terlibat.

Untuk itu, Mahfud mengingatkan bahwa hukum harus punya tiga fungsi dan tujuan, yakni memberi kepastian, berkeadilan dan memberi kemanfaatan. Kepastian hukum adalah tuntunan bagi masyarakat agar mengetahui dan bisa memprediksi apa yang dia lakukan dan apa akibatnya kalau dia melakukan sesuatu atau mendapatkan sesuatu. Namun katanya pula, ada kepastian hukum tapi kalau tidak adil bisa menimbulkan masalah. Kalau ada kepastian hukum dan ada keadilan, tapi tidak memberi manfaat juga bisa merusak.

Mahfud MD

"Kalau hanya grusa grusu dengan penuh emosi mau menegakkan hukum tapi tidak memberi kemanfaatan bagi kelangsungan bangsa dan negara harus dihindari,” ujar Mahfud yang merasa saat ini ada gejala kepastian hukum mulai dilanggar karena penegak hukum yang mungkin terlalu berlebihan.

Mahfud memberikan contoh tentang orang yang sudah menyelesaikan urusannya tapi kini diungkit ungkit lagi. Itu sebenarnya tidak boleh menurut dunia hukum, karena tidak memberi kepastian. "Orang sudah menyelesaikan urusan hukum, kok tiba-tiba dianggap belum selesai. Kasus seperti itu sekarang sudah mulai banyak terjadi. Sudah mulai menggejala,” ujarnya.

Mahfud MD mengatakan, merajut masa depan Indonesia menjadi hal yang relevan saat ini di tengah suasana paska pemilu yang dilukiskannya sebagai pemilu yang paling panas karena memunculkan isu ras dan agama yang sudah mulai membelah masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Prof. Ahmad Syafii Maarif menyerukan agar masyarakat mulai berani dan tidak perlu merasa ketakutan menyuarakan kebenaran apapun latar belakang sosial budayanya. "Mayoritas kita masih waras, tapi masih diam karena pertimbangan agama, ras, dan lain-lainnya,” ujarnya dalam diskusi.

Ahmad Syafii Maarif juga menandaskan kepada para politisi maupun tokoh-tokoh partai politik untuk naik kelas. “Kita harapkan kepada para politisi mau naik kelas, belajar menjadi negarawan,” kata Syafii.

Apabila politisi maupun tokoh partai mau melakukan ini akan membuat kondisi lebih baik. Jangan sampai politisi itu bak mahluk bertopeng, kelihatannya baik tapi kelakuannya tidak seperti kelihatannya. Itu kritik yang dilontarkan oleh Pendiri Maarif Institute.

Acara dialog yang dilangsungkan di Hotel Raffles, Jakarta ini dihadiri ratusan peserta terdiri dari kalangan masyarakat madani, pejabat negara, tokoh masyarakat, akademisi, pengusaha serta praktisi hukum dan peserta peserta dari daerah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini